BlogSuara Keras Rocky Gerung soal Pembunuhan Gajah: Ini Soal...

Suara Keras Rocky Gerung soal Pembunuhan Gajah: Ini Soal Moral, Bukan Sekadar Hukum

-

- Advertisment -spot_img

 

Suara Keras Rocky Gerung soal Pembunuhan Gajah: Ini Soal Moral, Bukan Sekadar Hukum

 

Pengamat sosial dan akademisi, Rocky Gerung, menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus pembunuhan gajah di Sumatra yang dilakukan demi mengambil gadingnya. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk keserakahan manusia yang tidak memiliki pembenaran moral maupun rasional.

Dalam pernyataan terbarunya, Rocky menegaskan bahwa gading bukanlah kebutuhan dasar manusia. Karena itu, tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan perburuan dan pembunuhan satwa liar hanya untuk kepentingan estetika, koleksi, atau perdagangan ilegal.
“Gading gajah itu bukan kebutuhan dasar manusia. Karena itu, biarlah gading itu tetap tumbuh di tubuh sang gajah,” tegasnya.

Menurut Rocky, apa yang telah diberikan alam kepada seekor gajah merupakan hak mutlak hewan tersebut untuk dipertahankan. Ia menyebut praktik perburuan gajah sebagai cermin krisis etika dalam relasi manusia dan alam—di mana eksploitasi sering kali mengalahkan empati dan tanggung jawab ekologis.

Kasus pembunuhan gajah di Sumatra sendiri bukan persoalan baru. Perdagangan gading ilegal masih menjadi ancaman serius bagi kelestarian satwa dilindungi. Selain merusak keseimbangan ekosistem, tindakan tersebut juga mempercepat risiko kepunahan gajah Sumatra yang populasinya terus menurun akibat perburuan dan penyusutan habitat.

 

Rocky pun mengajak masyarakat untuk melihat persoalan ini bukan sekadar isu konservasi, tetapi juga sebagai ujian moral kolektif. Ia menekankan pentingnya kesadaran bahwa manusia bukanlah pemilik tunggal bumi, melainkan bagian dari ekosistem yang saling bergantung.

“Jika keserakahan terus dibiarkan, maka yang hilang bukan hanya gajah, tetapi juga nurani kita sebagai manusia,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa perlindungan satwa liar membutuhkan lebih dari sekadar regulasi. Dibutuhkan perubahan cara pandang—bahwa menjaga kelestarian alam sama artinya dengan menjaga masa depan generasi mendatang.

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest news

Ekshumasi Sutrimo Libatkan Ahli Forensik, DNA, hingga Anatomi

Ekshumasi Sutrimo Libatkan Ahli Forensik, DNA, hingga Anatomi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Polda Metro Jaya bekerja sama dengan...

Ekshumasi Sutrimo Libatkan Ahli Forensik, DNA, hingga Anatomi

Ekshumasi Sutrimo Libatkan Ahli Forensik, DNA, hingga Anatomi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Polda Metro Jaya bekerja sama dengan...

Apa Itu Ekshumasi? Istilah Saat Autopsi Ulang Jenazah Sutrimo

Apa Itu Ekshumasi? Istilah Saat Autopsi Ulang Jenazah Sutrimo Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Polda Metro Jaya bekerja sama...

Apa Itu Ekshumasi? Istilah Saat Autopsi Ulang Jenazah Sutrimo

Apa Itu Ekshumasi? Istilah Saat Autopsi Ulang Jenazah Sutrimo Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Polda Metro Jaya bekerja sama...
- Advertisement -spot_imgspot_img

Polisi ambil sampel jenazah Sutrimo lewat proses ekshumasi

Polisi ambil sampel jenazah Sutrimo lewat proses ekshumasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Polda Metro Jaya bekerja sama dengan...

Polisi ambil sampel jenazah Sutrimo lewat proses ekshumasi

Polisi ambil sampel jenazah Sutrimo lewat proses ekshumasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Polda Metro Jaya bekerja sama dengan...

Must read

Polda Metro Jaya Ungkap Dugaan Penyebaran Hoaks di Media Sosial

Polda Metro Jaya Ungkap Dugaan Penyebaran Hoaks di Media...

Hari Bhayangkara ke-80, Divhumas Ajak Publik Bikin Karya Kreatif soal Polri

Hari Bhayangkara ke-80, Divhumas Ajak Publik Bikin Karya Kreatif...
- Advertisement -spot_imgspot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you