Halodunia.net – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saat ini lagi menyiapkan aplikasi atau website bernama Platform Pendidikan Nasional, yang akan digunakan untuk kegiatan belajar dan ditargetkan bisa mulai digunakan tahun 2021 secara bertahap. Platform ini terdiri dari 4 bagian, yaitu platform kurikulum, platform guru, platform sumber daya sekolah dan platform bursa karier. Rencananya platform ini bakalan digunakan mulai dari tingkat PAUD hingga pendidikan tinggi dan bisa digunakan oleh siswa, guru, kepala sekolah dan pihak lainnya yang bekerja sama dengan instansi pendidikan.

Platform ini bisa digunakan guru untuk memberikan penilaian dan pelatihan kepada siswa. Guru pun juga bisa dinilai oleh siswa, atasan dan rekan guru lainnya. Nantinya juga bakalan ada portal yang memungkinkan guru atau siswa bisa mencari pekerjaan atau kesempatan magang di suatu industri. Selain itu, sekolah juga bisa melakukan pembelanjaan dengan transaksi non-tunai menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah melalui konsep marketplace.

Platform Pendidikan Nasional emang jadi salah satu inisiatif yang akan dipercepat oleh Kemendikbud dan akan terus dikembangkan hingga 5 tahun ke depan. Kemendikbud berencana bakal membagikan paket Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang terdiri dari 15 laptop, 1 konektor, 1 wireless router dan 1 proyektor untuk 1 sekolah sebagai upaya mendigitalisasi sekolah. Walau begitu, sejumlah pihak mulai dari guru hingga DPR khawatir rencana ini bakalan susah dijalanin di lapangan. Bukan hanya karena masalah kesulitan infrastruktur, jaringan hingga geografis, tapi juga kualitas guru dalam menguasai TIK dinilai masih minim.

Gimana menurut kamu?