Sebuah komunitas yang tergabung di aksi demo di kota jember dan menamakan sebagai komunitas dengan nama Aliansi Jember Menggungat Kembali lakukan demo di wilayah Jember

Demo Tolak Omnibus Law sebuah aksi dalam penyampaian sebuah aspirasi terkait penolakan pada UU Omnibus Law memang tidak bisa dihindari, di berbagai daerah di indonesia pun tidak lepas dari aksi demo tersebut, mulai dari demo tolak omnibus law secara damai juga demo tolak omnibus law secara anarkis, Gerakakan Tolak Omnibus Law serempak diberbagai daerah di wilayah jawa timur, seperti hal nya di jember.

Baca Juga : Perusuh Demo ditangkap

Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono yang secara lansung turun ke Lapangan pantau dan ikut mengamankan aksi demo tersebut juga tidak henti hentinya memberikan himbauan kepada para pendemo agar menyampaikan sebuah aspirasi penolakan UU omnibus Law secara damai dan bermartabat.

Baca Juga : Polisi Sahabat Mahasiswa

Dalam hal ini Demo Gerakan Tolak Omnibus Law di Jember yang sempat di infokan adanya beberapa penyusup pada aksi demo tersebut, membuat para jurnalis dan mahasiswa sweepin ulang semua peserta aksi demo tersebut, tidak bisa dipungkiri saat itu juga ditemukan beberapa perusuh yang sengaja ingin merusak suasan aksi demo tolak omnibus law di jember yang awalnya damai menjadi agak memanas.

Sempat Juga terjadi beberapa tindakan anarkis dengan berbentuk sebuah ancaman terhadap para jurnalis yang meliput aksi demo tersebut dengan turun lansung di lapangan, melihat hal tersebut polisi jember tidak mau tinggal diam, lansung mengamankan beberapa orang yang terkait dengan tindakan ancaman Tersebut.

Komunitas Jurnalis Independen atau disingkat KJI , sangat mengapresiasi tindakan gerak cepat anggota polres Jember tersebut ” Kami sangat mengapresiasi dan beriterima kasih pada anggota kepolisian Resort Jember karena dengan cepat berhasil mengungkap pelaku tersebut ” ujar Dody ketua Komunitas Jurnalis Independen.

Menurut Dody sebenarnya pelaku tersebut karena terprovokasi saja sehingga melontarkan kalimat kalimat dengan nada keras dan mengandung uncur ancaman terhadap jurnalis. akan tetapi Dody juga berharap semua saling memahami karena pelaku tersebut juga masih berstatus pelajar.

Sebagaimana diketahui pihak  Polres Jember  memang berhasil mengamankan sebanyak 3 orang pelaku yang melakukan ancaman terhadap jurnalis KJI jember , seperti yang diketahu dari beberapa sumber salah satu pelaku tersebut terbukti mengeluarkan kalimat ancaman dan melemparkan benda keras berbentuk martil kearah jurnalis, untung saja tidak ada korban pada kejadian tersebut