Halodunia.net – Poltracking Indonesia merilis survei terkait pilkada Surabaya. hasilnya 85.8 persen warga Surabaya telah menentukan pilihannya siapa calon walikota yang akan didukung lima tahun kedepan.

Dari hasil survei ini, sebanyak 5 persen masyarakat merahasiakan pilihannya. Sedangkan 9.2 persen belum menentukan pilihannya di Pilwali Surabaya 2020.

Secara keseluruhan, angka presentase menunjukkan 100 persen. Berdasarkan hasil survei Poltracking, 51.7 persen warga Kota Surabaya memilih paslon nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman. Sedangkan pesaingnya, Eri-Armuji meraih suara 34.1 persen.

“Dengan simulasi surat suara elektabilitas pasangan Machfud Arifin-Mujiaman 51.7 persen dan Eri-Armuji 34.1 persen,” ungkap Peneliti Poltracking Indonesia, Masduri, Senin (2/11/2020).

Baca Juga : Polda Jatim Mengucapkan Dirgahayu Divisi Humas Polri ke-69

Masduri memaparkan Poltracking juga memetakan elektabilitas kandidat kepala daerah Kota Surabaya secara tunggal atau tidak berpasangan. Secara head to head Machfud Arifin juga mengunguli Eri Cahyadi sebesar 17.6 persen suara.

“Dalam pertanyaan kandidat tunggal Walikota atau tidak berpasangan, Machfud Arifin memperoleh suara 51.9 persen dan Eri Cahyadi 34.3 persen sedangkan pemilih yang merahasiakan jawaban sebanyak 6.0 persen dan undecided voters sebesar 7.8 persen,” ujar Masduri.

Sementara itu, Mujiaman unggul 16.8 persen dari pesaingnya yakni Armuji. Di kategori ini, jumlah pemilih yang merahasiakan jawabannya dan belum menentukan pilihan lebih tinggi dari kandidat Walikota Surabaya yang mana masing-masih berjumlah 10.4 persen dan 11.4 persen.

Baca Juga : Sejarah Humas Polri Hingga HUT Div Humas ke 69

Poltracking Indonesia menyelenggarakan survei pada 19 – 23 Oktober 2020 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling. Jumlah sampel dalam survei ini adalah 1200 responden dengan margin of error +/- 2.8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Klaster survei ini menjangkau 31 kecamatan di seluruh Kota Surabaya secara proporsional berdasarkan data jumlah populasi pemilih terakhir, sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis kelamin pemilih. Metode sampling ini meningkatkan representasi seluruh populasi pemilih secara lebih akurat.

Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner terhadap responden yang telah terpilih secara acak. Setiap pewawancara mewawancarai 10 responden untuk setiap satu kelurahan terpilih.

 

Survei Populi Center, Eri Unggul

 

Sebelumnya, dalam survei yang dilakukan Populi Center pada 6 hingga 13 Oktober 2020 menyebutkan,  elektabilitas Eri-Armuji di angka 41 persen, sedangkan Machfud-Mujiaman di angka 37,7 persen.

Survei dilakukan dengan 800 responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling). Adapun margin of error pada survei kali ini sebesar 4,0 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga : Aboe Minta Jokowi Agar Macron Minta Maaf dan Cabut Ucapanya