Halodunia.net – Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, ditangkap penyidik KPK. Diduga Edhy terjerat kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster.
Selain Edhy, sejumlah pihak juga ditangkap oleh KPK. Seperti istri Edhy dan sejumlah pegawai di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Penangkapan Edhy ini dilakukan pada Rabu (25/11) dini hari. Ia ditangkap di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soetta bersama 12 orang rombongan lainnya. Namun belakangan tak semua dibawa ke KPK.
Kronologi Penangkapan Menteri Edhy Prabowo oleh KPK di Soetta (1)
Suasana saat Menteri Edhy Prabowo ditangkap KPK di Bandara Soetta. Foto: Dok. Istimewa
Seperti apa kronologi penangkapannya? berikut berdasarkan informasi yang dihimpun kumparan:
Selasa 24 November
Pukul 23.18 WIB
Pesawat All Nippon Airways NH835 yang membawa Edhy beserta rombongan jumlah 12 orang tiba di Bandara Soekarno Hatta.
Pukul 23.40 WIB
Tim KPK melakukan penangkapan terhadap Edhy dan rombongan yang berjumlah 12 orang. Tim dari KPK kemudian menujukkan surat tugas lalu melakukan pemeriksaan dan penggeledahan.
Pukul 23.50 WIB
Setelah dilakukan pemeriksaan, 9 orang dibawa ke gedung KPK untuk diperiksa lebih lanjut. Sementara 3 di antaranya dinyatakan clear dan tak dibawa ke Gedung Merah Putih KPK.
Kronologi Penangkapan Menteri Edhy Prabowo oleh KPK di Soetta (2)
Suasana saat Menteri Edhy Prabowo ditangkap KPK di Bandara Soetta. Foto: Dok. Istimewa
Rabu 25 November
Pukul 01.20 WIB
Rombongan KPK dan Menteri Kelautan dan Perikanan beserta rombongan meninggalkan area ground floor kedatangan menuju west lobby parkir dan langsung menuju gedung KPK.
Sekitar Pukul 02.00 WIB
Petugas bersama rombongan yang ditangkap tiba di gedung KPK dan langsung jalani proses pemeriksaan.
Kronologi Penangkapan Menteri Edhy Prabowo oleh KPK di Soetta (3)
Ilustrasi KPK. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Saat ini Edhy tengah diperiksa secara intensif oleh KPK. Penangkapan ini telah dibenarkan oleh sejumlah pimpinan KPK.
“Kami sedang memeriksa yang bersangkutan (Edhy Prabowo)” ujar Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron kepada wartawan, Rabu (25/11).
Lembaga antirasuah memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status mereka yang ditangkap, apakah dinaikan jadi tersangka atau tidak.