Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya, Chandra Oratmangun, dimakamkan di TPU Sukokilo, Surabaya. Acara pemakamana itu dihadiri oleh Wali Kota Tri Rismaharini dan rekan-rekan sejawat.

Saat peti jenazah diturunkan ke dalam liang lahat, Risma menangis histeris karena tak kuasa menahan haru kehilangan anak buah yang dikenal memiliki dedikasi tinggi dan pekerja keras itu. Video pemakaman itu viral, Kamis (16/7).

“Maafkan saya. Bu Chandra terima kasih…Terima kasih,” kata Risma sambil menangis.

Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Djauhari Oratmangun, yang merupakan kakak almarhumah terlihat saat pemakaman.

Bagi Djauhari, Chandra merupakan adik yang membanggakan keluarga. “Atas nama keluarga Oratmangun, saya anak sulung, Djauhari Oratmangun mewakili keluarga besar Oratmangun dan Mas Nanang Pujo Bintaro serta anak cucu mengucapkan terima kasih. Terima kasih banyak untuk ibu wali kota, Ibu Risma,” kata Djauhari mewakili keluarga.

Saat Djauhari tengah memberikan sambutan, mendadak Risma tak sadarkan diri. Risma yang mengenakan sepatu kets warna hitam itu lantas ditandu atau dibopong meninggalkan lokasi pemakaman.

Sejumlah pejabat Pemkot Surabaya maupun kerabat yang hadir mematuhi protokol kesehatan COVID-19 itu mengaku kehilangan sosok ibu, sosok pejabat yang santun, humble alias ramah, dan pekerja keras.

Perempuan yang lahir di Maluku itu tutup usia pada usia 60 tahun, di Rumah Sakit Husada Utama Surabaya pada pukul 17.45 WIB, Senin (13/7/2020).

Sebelum menjabat sebagai Kepala DP5A, Chandra menjadi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya selama 7 tahun. Chandra dirawat di rumah sakit karena sebelumnya terkonfirmasi positif COVID-19. Namun swab terakhir sebelum Chandra meninggal dunia, hasilnya negatif.

“Kami pastikan hasil swab terakhir sebelum beliau meninggal dunia, hasilnya negatif COVID-19,” jelas Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara saat dikonfirmasi