Gula darah penderita diabetes tipe 2 bisa melonjak jika tidak membatasi asupan makanannya. Untuk itu, pemilihan dan takaran makanan bagi penderita diabetes perlu diperhatikan sesuai anjuran dokter. Termasuk menu sarapan.

Lalu apa sarapan yang terbaik bagi pasien diabetes?

Dilansir dari Express.co.uk, Senin (10/8), Badan amal Diabetes UK merekomendasikan, makanan terbaik untuk membantu menyeimbangkan kadar gula darah saat sarapan adalah yoghurt dan buah alami tanpa pemanis. Sehingga penderita diabetes tidak perlu menghindari buah.

“Anda tidak boleh terlalu menghindari buah karena takut rasanya manis. Buah memang mengandung gula, tapi itu gula alami,” kata pernyataan Diabetes UK

Gula dalam buah-buahan berbeda dengan pemanis tambahan yang terdapat dalam coklat, biskuit dan kue. Namun, meski memiliki pemanis alami, tak semua buah baik untuk penderita diabetes. Pilihlah buah dengan kadar gula darah rendah atau Indeks Glikemik yang rendah seperti buah beri, persik, apel, atau jeruk. Kemudian bisa juga makan oat untuk sarapan.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) sangat penting untuk menjaga kadar gula darah dalam kisaran target normal untuk mencegah konsekuensi kesehatan jangka panjang yang serius. Sebab, komplikasi diabetes tipe 2 bisa memicu penyakit jantung, stroke, kehilangan penglihatan dan penyakit gagal ginjal. CDC menambahkan kadar gula darah yang terjaga juga bisa membantu meningkatkan energi dan suasana hati.

Maka selalu cek kadar gula darah termasuk ketika Anda pertama kali bangun tidur, sebelum makan atau minum apa pun dan sesudah makan. Selain itu, penderita diabetes disarankan memeriksa kadar gula darahnya dua jam setelah makan dan sebelum tidur.

Beberapa orang dengan diabetes tipe 2 mungkin juga disarankan oleh dokter mereka untuk memeriksa kadar glukosa sebelum dan sesudah aktivitas fisik. CDC menegaskan bahwa target gula darah tipikal adalah antara 80 hingga 130mg/dL sebelum makan, dan kurang dari 180mg/dL dua jam setelah makan. Selain itu, kisaran target ini dapat berbeda pada setiap individu.