BMKG Hang Nadim memperkirakan kecepatan angin di wilayah Kepri hari mencapai 15 knot, dan gelombang tertinggi mencapai 2,5 meter.

Dalam rilis prakiraan cuaca perairan Kepri, yang disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi Geofiksika (BMKG) Stasiun Meteorologi Klas I Hang Nadim Batam, prakiraan itu berlaku mulai Senin (4/12/2017) pukul 07.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB.

Cuaca di perairan diperkirakan berawan di Batam – Bintan, dengan arah angin dari Barat Laut ke Timur.

Sementara Kecepatan angin 5 sampai 15 knots dan tinggi gelombang 0.3 meter sampai 0.8 meter.Sementara untuk peraiaran Kabupaten Lingga, diliputi hujan lokal dengan arah angin Barat Laut – Timur

Kecepatan angin 4 sampai 13 knots dengan ketinggian gelombang 0.3 meter sampai 0.8 meter.

Kemudian Selat Berhala, terjadi hujan lokal, dengan arah angin Barat – Timur Laut dengan kecepatan angin 3 sampai 12 knots disertai ketinggian gelombang 0.2 meter sampai 0.6 meter.

Selanjutnya Laut China Selatan Utara Natuna diliputi hujan ringan disertai arah angin Timur Laut – Tenggara dan kecepatan angin 2 sampai 15 knots dengan ketinggian gelombang 1.25 meter sampai 2.5 meter.

Perairan Kepulauan Natuna, terjadi hujan ringan dengan arah angin Timur Laut – Tenggara diiringi kecepatan angin 2 sampai 10 knots dan ketinggian gelombang 0.5 meter sampai 2.0 meter

Perairan Kepulauan Anambas, diliputi hujan ringan dengan arah angin Tenggara – Barat Daya.

Sementara kecepatan angin 2 sampai 8 knots dengan ketinggian gelombang 0.25 meter sampai 1.5 meter.

Laut Natuna, terjadi hujan ringan dengan arah angin Tenggara – Barat Daya.

Sementara kecepatan angin 2 sampai 8 konts dan ketinggian gelombang 0.25 meter sampai 1.5 meter.

Peringatan untuk transportasi dan aktifitas kelautan diimbau agar lebih berhati-hati terhadap angin kencang, gelombang tinggi terutama di wilayah perairan Natuna dan Anambas serta arus laut yang kuat di seluruh wilayah Kepulauan Riau.

Kondisi sinoptik, adanya daerah bertekanan udara rendah (Low Pressure Area) di sebelah Barat Aceh serta adanya pusaran angin tertutup (Eddy) di sebelah Barat Pulau Kalimantan, menyebabkan banyak massa udara yang terkonsentrasi di daerah tersebut.

Akibatnya wilayah Kepulauan Riau mengalami defisit uap air. Hal ini kurang berpotensi menumbuhkan banyak awan.

Namun, nilai kelembapan udara di lapisan atas yang cukup tinggi masih berpotensi dalam pertumbuhan awan-awan konvektif penyebab hujan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here