Akibat erupsi Gunung Agung, banyak wisman Eropa yang pulang dari Bali. Namun, banyak juga wisman Asia dan wisnus yang berdatangan ke Pulau Dewata.

Pantauan detikTravel di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, nampak banyak wisatawan dari Asia dan domestik membanjiri terminal kedatangan International dan Domestik. Mereka langsung dijemput oleh travel agen untuk berlibur di Pulau Dewata.

“Memang beberapa waktu lalu banyak wisatawan asing yang kembali ke negaranya. Tapi saat ini kita terbantu dengan adanya wisatawan domestik dan wisatawan dari Asia yang datang ke sini,” ujar I Nyoman Sudiadnyana, Ketua DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), kepada detikTravel via seluler, Sabtu (2/12/2017).

Wisatawan yang datang, kata Nyoman Sudiadnyana, adalah mereka yang rela melakukan kunjungan ke Bali via darat, saat penutupan bandara Ngurah Rai. Sementara untuk wisatawan yang dari Asia, kebanyakan dari India, China, Korea dan Jepang. “Mereka tak terganggu dengan adanya kabar Gunung Agung meletus. Bahkan ada beberapa dari mereka itu (turis Asia) itu ingin mengamati Gunung Agung erupsi. Mereka tidak takut. Tapi dengan syarat di jarak yang aman,” tambahnya.

Diakuinya pariwisata Bali sempat terpukul dengan penutupan Bandara. Sempat terjadi penurunan drastis kunjungan wisatawan hingga 75 persen. Namun saat ini kembali berangsur pulih seiring pembukaan bandara.

“Kita berpatokan dengan pemerintah terkait penutupan ini. Jika tutup ya harus demi keamanan. Tapi masih ada juga yang via darat,” tambahnya.

Sudiadnyana menambahkan, terkait erupsi Gunung Agung yang tak bisa diprediksi kapan berakhirnya, dirinya hanya menyerahkan semuanya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pihaknya hanya berharap meletusnya Gunung Agung tidak berdampak banyak terkait dengan pariwisata Bali yang sudah mendunia.

“Yaa karena situasi alam Gunung Agung tidak bisa kita prediksi. Beda dengan bom Bali lalu. Kita bersama berdoa agar Sang Hyang Widi selalu menyertai Bali,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here