Wajar kalau anak takut disuntik. Tapi, ada situasi ketika anak memang harus disuntik nih. Misalnya saat imunisasi, mendapat obat suntik dari dokter, atau dibius ketika hendak melakukan prosedur seperti sunat. Nah, supaya rasa takut anak saat disuntik nggak makin parah, kita baiknya menghindari beberapa hal nih, Bun.

Kata psikolog anak dari Mentari Anakku Firesta Farizal yang akrab disapa Eta, hindari menakuti anak dengan cerita menyeramkan. Ambil contoh ketika anak disunat, nggak perlu kita melebih-lebihkan sakitnya disuntik bius dan disunat kayak apa. Soalnya, itu justru bikin perspektif anak soal rasa sakit makin negatif, Bun.

“Kemudian hindari mengancam atau memarahi anak. Kita kan sering banget bilang ke anak untuk jangan nangis, jangan bikin malu, bahkan ngatain dia cengeng. Padahal, rasa sakit tiap orang subjektif dan berbeda-beda pada tiap anak,” tutur Eta di sela-sela diskusi Media ‘Revolusi Sirkumsisi Tanpa Jarum Suntik’ yang digelar Rumah Sunatan di Hotel Puri Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (14/11/2017).

Nah, siapa Bunda dan Ayah yang masih membohongi anak soal rasa sakit ketika disuntik? Misalnya nih, bilang kalau disuntik itu nggak sakit. Kalau masih melakukan itu, baiknya dihentikan ya, Bun. Eta bilang, orang tua seyogianya jadi figur yang dipercaya sama anak. Jadi, lebih baik katakan aja memang disuntik sakit tapi hanya sebentar kok.

Eta nggak menampik kadang berbohong ke anak soal apa yang akan dirasakan ketika disuntik dilakukan orang tua karena dianggap jadi cara tercepat supaya anak mau disuntik. Padahal, kalau ditilik lebih jauh, ketika itu terjadi memang proses anak disuntik lebih cepat tapi itu bisa memperburuk pengalaman anak soal disuntik sehingga nantinya dia bisa jadi sosok yang mudah cemas, takut, dan nggak percaya sama orang tua.

Terus, apa yang perlu kita lakukan untuk meminimalkan rasa takut anak saat disuntik? Saran Eta, persiapkan anak dari jauh-jauh hari, Bun. Ingat, rasa sakit atau nyeri dipengaruhi persepsi. Jadi, kalau kita mau bantu anak nggak terlalu takut disuntik, usahakan nggak menambah persepsi negatif anak soal disuntik. Sehingga, penting banget ketika anak kontrol ke dokter, dibuat suasana yang menyenangkan.

“Terus ceritakan soal disuntik, apa sih yang disuntikkan terus alatnya kayak apa dan apa tujuan dari disuntik. Memang disuntik sakit. Tapi dengan persepsi yang nggak terlalu negatif, senggaknya rasa takut anak nggak makin parah. Selain itu, penting juga buat kita menjelaskan ke anak kenapa dia mesti disuntik. Lalu, kita terima apa yang dialami anak,” kata Eta.

Eta menceritakan pengalamannya ketika si anak yang berumur 1 tahun 4 bulan menangis karena sakit, Eta berkata supaya sang anak nggak nangis karena cuma begitu saja rasanya. Tapi, si kecil menyahut, “Kan aku yang ngerasain sakitnya, bukan ibu,”.

“Benar juga nih kata anak saya. Dengan kita bicara kayak gitu, itu menunjukkan kalau kita nggak berusaha menerima dan memahami yang dirasa anak. Jangan lupa beri dukungan dan pujian. Misalnya dengan mengatakan ‘Ibu tahu ini sakit. Tapi kamu berani dan hebat ya,’. Jadi pengalaman disuntik ini memang nggak enak, sakit. Dengan melakukan beberapa hal tadi, setidaknya rasa nyeri anak nggak memiliki dampak negatif berkepanjangan,” papar Eta.

haibunda.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here