•  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tim Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reskrim Polres Sidoarjo kembali melaksanakan Operasi Tangkap Tangan (OTT) kasus penjualan sebidang tanah 130 meter persegi di Dusun Pager Desa Semambung Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo. Dalam kasus OTT ini Pejabat Sementara (PJS) Kepala Desa (Kades) Semambung R Prayudi Santoso ditetapkan tersangka dan ditahan tim penyidik Unit Tipikor Satuan Reskrim Polres Sidoarjo.

Selain mengamankan tersangka, Satuan Reskrim Polres Sidoarjo juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, uang tunai Rp 10 juta kuintansi pembelian sebidang tanah seharga Rp 260 juta dari KN warga Desa Suruh Kecamatan Sukodono ke SW warga Dusun Pager Desa Semambung Kecamatan Gedangan dan dua lembar surat perjanjian jual beli.

“Tersangka dan barang buktinya kami amankan saat di lokasi kejadian. Setelah kami periksa Pj Kades yang merupakan PNS Kecamatan Gedangan ini kami tetapkan sebagai tersangka,” terang Waka Polresta Sidoarjo AKBP Indra Mardiana, Jumat (17/03/2017).

Waka Polresta Sidoarjo AKBP Indra Mardiana memastikan dalam kasus OTT untuk penerbitan (pembuatan) Surat Perjanjian Jual Beli Sementara ini, baru PNS asal JL Tenis Meja, Kelurahan Magersari, Kecamatan Sidoarjo yang ditetapkan tersangka. Namun tidak menutup kemungkinan jika ada pejabat lain yang membantu pria kelahiran 28 Pebruari 1967 ini bisa jadi bakal bertambah.

“Hasil penyidikan masih dikembangkan. Tersangka kami jerat pasal 12 e UU RI Nomor 20 Tahun 2001 perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor subsider pasal 11 UU RI Nomor 20 Tahun 2001 perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor junto pasal 55 KUHP dengan ancaman minimal 4 tahun maksimal 20 tahun penjara,” imbuhnya.

Kesalahan tersangka yakni meminta uang tunai 5 persen dari hasil jual beli tanah itu. Selain itu, tidak ada dasar hukum pembayaran 5 persen untuk penerbitan Surat Perjanjian Jual Beli Sementara itu.

“Sudah jelas tak ada dasar, pedoman dan peraturan yang mengaturnya kok tersangka nekat memungutnya. Itu artinya perbuatan tersangka termasuk Pungutan Liar (Pungli),” pungkasnya.

Sementara tersangka yang dikeler petugas Unit Tipikor, Satuan Reskrim Polres Sidoarjo hanya tertunduk lesu. Selain itu tak mengeluarkan sepatah kata pun saat ditanya media.

Diketahui tim Saber Pungli Polres Sidoarjo sudah berkali-kali melaksanakan OTT. Sebelumnya Kades Kepadangan Kecamatan Tulangan L H Tahun 2016 lalu dengan barang bukti uang Rp 35 juta. Kemudian Kades dan Bendahara Desa Sarirogo Kecamatan Sidoarjo E P dan Z R dengan barang bukti Rp 45 juta, serta Kades dan Sekdes Ploso Kecamatan Krembung S E dan A R dengan barang bukti Rp 521 juta.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •