•  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Selain menceritakan kisah perjalanan hidup Sidharta, Borobudur juga memiliki relief yang menceritakan tentang nafsu manusia. Ada di bagian mana?

Tidak hanya berfungsi menjadi tempat ibadah, Borobudur juga menjadi monumen berbentuk mandala yang terbagi menjadi tiga tahapan kehidupan spiritual manusia. Yang menariknya, traveler juga bisa melihat relief yang menceritakan banyak kisah dengan pesan moralnya.

Hal itu pun diungkapkan oleh pemandu Candi Borobudur, Lina pada detikTravel kemarin sore. Dijelaskan oleh Lina, bahwa Borobudur memiliki total 1.460 panel relief yang tersebar di dinding candi.

Di bagian paling dasar candi atau yang disebut dengan tingkatan Kamadhatu misalnya, ada 160 relief yang menceritakan tentang hawa nafsu. Secara definisi, Kamadhatu sendiri merujuk pada kata nafsu atau ‘desire’.

“Tahap pertama Kamadhatu atau alam hawa nafsu yang tunduk pada hukum karma. Di sini ada 160 relief yang menceritakan tentang hawa nafsu,” ujar Lina di lokasi, Sabtu (15/4/2017)

Relief Karmawibhangga di sisi tenggara candi

Traveler yang berkunjung ke Borobudur pun bisa melihat relief tersebut di bagian Tenggara candi, atau belok ke sebelah kiri dari tangga masuk utama di pelataran Borobudur.

Perhatikan dinding candi dengan seksama dan carilah penandala tulisan relief Karmawibhangga. Setelah ketemu, Anda bisa melihat 4 relief yang menceritakan tentang nafsu hingga sebab akibat dan karma tersebut.

“Ini seperti tujuh dosa manusia, misalnya kejahatan, pencurian, pembunuhan, pemerkosaan, pengguguran kandungan dan penyiksaan yang tidak bermoral,” ujar Lina.

Relief sekumpulan orang yang sedang bergosip

Dilihat dari reliefnya, tampak jelas ukiran batu yang menceritakan tentang segerombolah orang yang seperti sedang menguping dan membicarakan orang lain. Wajahnya pun tampak buruk rupa. Itu pun hanya salah satu kisahnya saja.

Namun seperti diceritakan oleh Lina, bahwa ada 160 relief yang bercerita tentang nafsu. Namun di lokasi, hanya ada empat saja yang ditemukan. Lantas ke mana 156 sisanya?

“Dari 160 sekarang tinggal 4, sisanya ditutup dengan batu satu per satu dengan alasan ada kemungkinan kalau gak dikasih fondasi tambahan akan mudah runtuh, tapi dulu 1890 pernah dibongkar Kassian Cephas dan fotonya dipamerin di museum,” jelas Lina.

Batu penyokong yang menutupi sisa relief

Selain empat relief tersebut, sebenarnya masih ada relief lain di sisi kiri dan kanannya. Hanya saja relief itu ditutupi oleh batu yang difungsikan sebagai penyangga tambahan untuk menyokong Candi Borobudur.

Terlepas dari kehadiran relief hawa nafsu yang sengaja ditutup, traveler pun bisa belajar banyak dari empat relief Karmawibhangga yang masih dapat dilihat. Bahwa sejatinya hawa nafsu yang tidak dikontrol bisa menjadi hal buruk. Jangan sampai malah karma yang mengingatkan Anda.

sumber : detiktravel


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •