Pada tanggal 26 Januari 2017, perusahaan riset We Are Social kembali mengumumkan laporan terbaru mereka terkait perkembangan penggunaan internet di seluruh dunia. Hasilnya, mereka menyebut Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan jumlah pengguna internet terbesar di dunia.

Hanya mempunyai sekitar 88,1 juta pengguna internet pada awal tahun 2016, jumlah pengguna internet di tanah air telah naik sebesar 51 persen ke angka 132,7 juta pengguna pada awal 2017 ini. Namun dari sisi perangkat yang digunakan untuk mengakses internet, tidak ada perubahan yang berarti. Sebanyak 69 persen masyarakat Indonesia masih mengakses internet melalui perangkat mobile, dan sisanya melalui desktop dan tablet.

We Are Social 2017 1 | Screenshot

Pertumbuhan jumlah pengguna internet ini turut diiringi oleh meningkatnya jumlah pengguna layanan media sosial. Hanya berjumlah 79 juta pada tahun lalu, angka tersebut kini telah naik menjadi 106 juta pengguna. Para pengguna yang secara aktif menggunakan media sosial di perangkat mobile pun naik dari angka 66 juta menjadi 92 juta.

Dari segi pertambahan jumlah pengguna di layanan media sosial tersebut, Indonesia bahkan menempati posisi ketiga di dunia. Kita berhasil mengalahkan negara-negara seperti Brazil dan Amerika Serikat, dan hanya kalah dari Cina dan India.

Khusus untuk jumlah pengguna Facebook, We Are Social mengklaim kalau Indonesia masih menempati posisi keempat dalam daftar negara dengan pengguna Facebook terbanyak, dengan jumlah seratus enam juta pengguna. Indonesia hanya kalah dari Amerika Serikat, India, dan Brazil.

We Are Social 2017 2 | Screenshot

Pada laporan tahun ini, We Are Social pun mencantumkan data terkait perkembangan e-commerce di berbagai negara. Dari data yang mereka ambil dari Statista, jumlah pengguna internet yang berbelanja secara online di tanah air disebut-sebut telah mencapai 24,74 juta orang. Selama setahun terakhir, para pengguna tersebut menghabiskan uang sebesar US$5,6 miliar (sekitar Rp74,6 triliun) untuk berbelanja di berbagai e-commerce.

ari data tersebut dapat disimpulkan kalau rata-rata pengguna e-commerce di tanah air membelanjakan sekitar US$228 (sekitar Rp3 juta) per tahun. Meski diharapkan bisa terus bertumbuh, namun angka tersebut jelas masih kecil bila dibandingkan dengan para pengguna e-commerce di Inggris dan Amerika Serikat yang rata-rata membelanjakan US$2033 (sekitar Rp27 juta) dan US$1630 (sekitar Rp21 juta) setiap tahunnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here