Mungkin saat ini kamu bukanlah pribadi yang memiliki banyak waktu luang. Jangankan menyempatkan diri mengobrol bersama keluarga, meluangkan waktu untuk diri sendiri saja rasanya begitu susah. Berangkat pagi, pulang malam sekali. Pun sekarang, meskipun kerja dari rumah tapi sebagian waktunya tersita akan pekerjaan.

Sibuk mengejar mimpi, kamu tidak sempat lagi melihat senyum di wajah orangtua yang kamu cinta. Padahal niatmu berusaha keras adalah untuk membanggakan mereka. Dan berapa lama lagi sih waktu yang kamu punya untuk mengukir senyum di wajah mereka?

Setelah menjadi orang tua, ayah-ibumu memangkas habis ego mereka. Semua keputusan diambil untuk kepentinganmu–malaikat kecilnya

kamu adalah pusat banyak pertimbangan

kamu adalah pusat banyak pertimbangan via www.tumblr.com

Ayah dan ibumu tentu tidak pernah mengatakan padamu betapa banyak yang harus mereka korbankan untuk membesarkan anak kesayangannya. Malam-malam yang tadinya bisa dilewati dengan tenang kini terganggu dengan tangis bayi mungil kelaparan. Mereka juga harus berhemat demi memastikan kaleng susumu masih cukup sampai akhir bulan. Semua ini disimpan jadi rahasia karena mereka tak ingin kamu merasa berhutang pada orangtua.

Bisa jadi pulangnya ayah di tengah malam, dikarenakan pekerjaan tambahan yang dia ambil untuk menambah uang karena bajumu yang terlalu cepat kekecilan. Selepas masa kecil, kebutuhanmu pun kian memuncak. Kini tidak hanya harus berjibaku membeli popok dan membayar uang imunisasi saja, mereka juga harus memikirkan besaran uang sekolah yang harus dibayar tepat pada waktunya.

Deretan kosmetik mahal dan baju dari merek terkenal tidak lagi ada di lemari ibumu. Besaran pendapatan yang tidak seberapa harus diatur sedemikian rupa agar semua keperluan bisa terbayar. Ayahmu juga harus menahan lonjakan keinginan untuk mengoleksi aneka barang antiknya. Alasannya pun sederhana, uang yang biasa ia belikan lemari hias kuno dialokasikan untuk membayar asuransi kesehatan malaikat mungil kesayangannya.

Tak hanya demi memenuhi kebutuhan. Mereka pun membanting tulang agar bisa mengatakan “iya” pada setiap keinginan

mereka berjuang kerasa untuk keinginanmu

mereka berjuang kerasa untuk keinginanmu via download-gambar.biz

“Masihkah kamu mengingat saat ingin sekali memiliki boneka dan menangis agar orang tuamu membelikannya?”

Setiap anak memilikinya. Meminta orang tua membelikan barang impian hingga memaksa-maksa. Karena itu, orang tua berjuang tak hanya demi memenuhi kebutuhanmu. Mereka pun akan membanting tulang demi bisa memenuhi keinginanmu.

Orang tuamu tidak selalu memiliki cukup uang ketika kamu datang dengan deretan kemauan. Ingin dibelikan sepatu baru, playstation seri terbaru, atau mungkin laptop seperti milik sepupumu. Mereka tak akan langsung bilang ‘tidak’, namun sebisa mungkin akan berusaha membelikannya untukmu. Tidak ada alasan yang lebih dalam, keduanya hanya ingin mencetak rasa bahagia di wajah anaknya yang mereka begitu cinta.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments