•  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Lima tahun yang lalu, tepatnya pada 6 Maret 2012. Google membuat perubahan besar untuk Android dengan menggabungkan semua layanan konten digital miliknya ke dalam satu platform yang disebut Google Play Store.

Sebelumnya, untuk mengunduh aplikasi, game, dan film, pengguna Android harus mengakses melalui Android Market. Sementara untuk konten musik/lagu kamu bisa mendapatkannya di Google Music dan untuk buku elektronik melalui Google eBookstore.

Nah, bertepatan dengan ulang tahun kelima toko daring milik Google, berikut Jaka sajikan sejarah singkat tentang Google Play yang menggantikan Android Market dan Layanan Musik Google.Dari Android Market, Ini Sejarah Google Play yang Patut Kamu KetahuiAndroid Market

Android Market ‘lepas landas’ pada tahun 2008 sebagai cara bagi pengguna Android untuk mengunduh aplikasi dan game. Selanjutnya Google melahirkan eBookstore pada tahun 2010 dan Google Music pada tahun 2011.

Punya beberapa toko digital, jelas menyebabkan kebingungan dan akhirnya raksasa mesin pencari pun menyatukannya dalam Google Play. Google juga menyatakan bahwa semua pembeliaan melalui Google Play berbasis Cloud.

Android Market

Artinya kamu tidak perlu khawatir kehilangan aplikasi yang telah kamu beli meskipun gonta-ganti HP/tablet Android. Nah pada peluncuran pertama Google Play, toko aplikasi digital ini memiliki 450.000 aplikasi dan game Android.Perbaikan dan perubahan: 2012-2015

Google Play Gift Indonesia

Berikutnya Google melakukan terobosan baru, yakni kartu fisik Google Play gift, sebagai solusi untuk pengguna Android yang tidak memiliki kartu kredit agar tetap bisa membeli aplikasi.

Kemudian pada bulan Mei 2014, Google membuat beberapa perubahan, termasuk menambahkan beberapa informasi tambahan pada setiap daftar aplikasi, seperti rating dan ukuran file.

Google Play Store Store 2014

Berlanjut pada bulan Juli, Google Play Store mendapat perombakan besar-besaran dengan sentuhan bahasa Material Design.

Pada bulan Maret 2015, Google memutuskan untuk memisahkan penjualan perangkat keras keluar dari Play Store. Jadi, hanya untuk men-download dan membeli konten digital saja.

Google Play Store 2015

Bulan Oktober 2015, Google melakukan renovasi besar lainnya yang membuat tampilannya lebih tertata rapi. Seperti ketersediaan banner di menu utama dan membagi konten dalam dua kategori besar yakni Apps & Games serta Entertainment.Perubahan di Tahun 2015-2017

Chromebook

Semua ikon aplikasi di Google Play didesain ulang di April 2016, sehingga selaras dengan tampilan Play Store yang baru. Bulan berikutnya yakni Mei, Google mengumumkan hal besar bahwa Google Play Store dan aplikasi Android akan tersedia di laptop Chromebook berbasis Chrome OS. Awal tahun ini, Google menekankan kembali bahwa semua Chromebook yang dirilis pada tahun 2017 bisa menjalankan aplikasi Android.

Google juga terus berusaha mengembangkan antarmuka Play Store. Pada bulan November, menambahkan bagian Trending yang mencakup topik hangat saat ini di industri hiburan. Google juga punya sistem yang lebih canggih menindak aplikasi yang menggunakan cara curang seperti review palsu untuk meningkatkan jumlah download.Akhir Kata

Sejarah Google Play Store

Meskipun ada beberapa toko aplikasi pihak ketiga yang tersedia untuk Android, tak satu pun dari mereka yang sepadan dengan Play Store. Menurut perusahaan riset AppBrain mengklaim bahwa sekarang ada lebih dari 2,77 juta aplikasi dan game di Play Store. Itu bahkan tidak termasuk film, musik, dan ebook.

Dalam posting blog Google sendiri menyatakan bahwa sekarang Google Play Store memiliki 1 miliar pengguna aktif di 190 negara. Meski begitu, masih banyak pekerjaan rumah yang menunggu. Sebut saja, kualitas aplikasi yang masih belum sebanding dengan Apple App Store dan juga masalah keamanan, di mana masih banyak ditemukan malware.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •