•  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tim Satuan Reskrim Polres Sidoarjo berhasil mengungkap kasus penipuan dan penggelapan penjualan tanah kavling di Desa Kemantren dan Desa Kepunten Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Dalam kasus penipuan ini, tim penyidik Satuan Reskrim, Polresta Sidoarjo menetapkan, Wahyu Setiawan warga JL Wadungasri Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo sebagai tersangka tunggal.

Kendati sudah ditetapkan menjadi tersangka dan Daftar Pencarian Orang (DPO), akan tetapi hingga kini pria berusia 34 tahun itu belum diketahui keberadaannya. Ini menyusul, di 8 alamat persembunyiannya tersangka tidak menemukan tersangka termasuk saat digeledah di persembunyiannya di Bali pekan kemarin.

Dalam kasus ini polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya lembaran kuintansi pembayaran kavling tanah mulai Rp 1 juta sampai Rp 30 juta atas nama pembeli (korban). Selain itu mengamankan brosur kavling tanah dan lokasi tanah yang dijual. Padahal tanah itu merupakan tanah milik desa setempat.

“Dari sekitar 150 korban pembelian tanah kavling itu tersangka mendapatkan uang Rp 5 miliar. Sekarang tersangka DPO polisi. Kami harap kalau ada warga yang melihatnha segera lapor ke polisi terdekat,” terang Kasubag Humas Polres Sidoarjo AKP Samsul Hadi, Kamis (16/03/2017).

Modusnya lanjut mantan Kasubag Humas Polres Sidoarjo ini mulai Januari tersangka menyebarkan brosur penjualan tanah kavling itu. Selain itu mengiklankan penjualan tanah kavling itu di media sosial (medsos) dan media online. Per kavling ukuran 12 x 6 meter persegi dijual seharga Rp 25 juta sampai Rp 30 juta.

“Tapi setelah korban membayar dan ditagih tanahnya itu fiktif. Karena bukan tanah tersangka dan merupakan tanah Desa Kemantren dan tanah Desa Kepunten Kecamatan Tulangan,” ungkapnya.

Bahkan lanjut Kasubag Humas Polres Sidoarjo untuk meyakinkan para calon pembeli, tersangka membuat kantor pemasaran di JL Raya Desa Kemantren, Kecamatan Tulangan. Namun seluruh staf yang membantu tersangka tidak mengetahui jika tanah yang dijual tersangka tanah fiktif atau bukan milik tersangka.

“Tersangka kami jerat pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” tegasnya.

Sementara hingga kini, lanjut Samsul tim penyidik Satuan Reskrim Polres Sidoarjo terus memburu keberadaan tersangka. Hal ini disebabkan tersangka terus berupaya kabur keluar kota dan keluar Jawa. “Tersangka terus diburu anggota hingga tertangkap,” pungkasnya.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •