•  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Polres Batu Ungkap Jaringan Teror Penipuan Melalui Telepon

Batu, Senin (20/3/2017), gerak cepat jajaran Reskrim yang dipimpin oleh Kasat Akp Daky Dzul Qurnain, S.H berhasil ungkap jaringan tindak pidana penipuan melalui Transansi Elektronik, dengan korban dari seluruh wilayah Indonesia yang kebanyakan dari kalangan sekolah dari tingkat SD, SMP dan SLTA.

Kecepatan mengungkap jaringan ini berawal dari laporan orang tua murid SDK Sang Timur Kota Batu yang sudah dua kali di teror melalui telepon, “bahwa anaknya jatuh di kamar mandi dan dalam perawatan dokter”, kepada lebih dari tiga puluh wali murid.

Dari kejadian terakhir tanggal 6 Maret 2017, Kapolres Batu Akbp Leonardus Simarmata S.Sos, S.I.K, M.H memerintahkan Kasat Reskrim untuk segera mengungkap dan menangkap telakunya, “perbuatan yang telah membuat resah dan merugikan orang tua murid ini, segera ungkap dan tangkap pelakunya”, perintahnya.

Dari lima orang yang berhasil diamankan, ke limanya mempunyai peran yang berbeda;
-Tsk IN als A dan A als JA berperan sebagai guru yang menghubungi orang tua bahwa anaknya jatuh di kamar mandi,
-Tsk AS, sebagai dokter yang menangani korban dan perlu alat yang harus segera dipasang,
-HR, berperan sebagai apoteker yang menerima pesanan alat dari dokter yang menangani dan segera transfer dana,
-dan JM als AM, yang berperan mencari data ke sekolah yang ada emailnya, dengan mengatas namakan Kepala Dinas setempat, melalui email dan tanda tangan/stempel yang diduga palsu, minta data untuk vadidasi data siswa.

Keberhasilan ungkap kasus dengan barang bukti berupa;
-laptop,
-buku tabungan dan ATM,
-Hand Pone,
-bamdel data siswa SD, SMP dan SMK di Indoneaia
-flash disk,
-stempel Kementerian Perrtanian dan Mahkamah Agung, yang diduga palsu.

Di hadapan rekan media yang meliput, (media cetak, elektronik dan online lokal maupun nasional), Kapolres menghimbau kepada masarakat untuk tidak mudah percaya, “jangan mudah percaya apabila menerima telepon yang mengatasnamakan instansi/pejabat tertentu, lakukan konfirmasi terlebih dahulu”, pesannya mengakiri rilis.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •