•  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

i tengah sengitnya persaingan di dunia usaha, pelaku bisnis dituntut lebih kreatif dan inovatif. Dua hal tersebut menjadi kunci bagi pelaku usaha dan anak muda untuk mengoptimalkan peluang.

CEO dan founder Rodex Tours and Travel Galuh Suryono Sucipto Adi menyatakan, selama dua tahun terakhir, agen perjalanan harus berperang melawan travel online yang menyediakan harga lebih terjangkau. “Kami sempat ketir-ketir dan tidak jarang ada travel agen yang terpaksa tutup lantaran tidak bisa bersaing melawan platform online. Kuncinya adalah kreatif agar tetap bisa memaksimalkan pasar offline dan tetap ekspansi ke pasar online,” ujarnya dalam talk show Indonesia Marketing Association bertajuk Building Creativity and Friendship di lounge Jawa Pos, Graha Pena Surabaya, Sabtu (4/2).

Di sisi lain, Direktur PT DBL Indonesia Masany Audri menyatakan, potensi anak muda bisa dioptimalkan untuk menghasilkan ide kreatif bagi perusahaan. Dia membeberkan, anak muda memiliki segudang ide kreatif karena bersentuhan langsung dengan hal-hal kekinian.

“Ide mereka masih fresh, beban masih sedikit. Berbeda dengan generasi pendahulunya yang fokus pikirannya sudah lebih banyak,” ujarnya. DBL pun dirintis beberapa anak muda sebelum menjadi perusahaan yang disegani seperti saat ini.

Sementara itu, Marketing Director PT Mitra Pinasthika Mulia Tbk Dendy Sean menjelaskan, tak mudah menjadi pemimpin pasar. MPM harus mengenalkan MPM door-to-door terlebih dahulu hingga bisa menjadi pemimpin pasar otomotif roda dua di Jawa Timur.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •