Peninggalan masa kolonial bisa dinikmati di Hotel Pelangi, Kota Malang. Usia lukisan keramik kuno itu sudah mencapai ratusan tahun. Lukisan itu bisa dijumpai di dinding Hall Lodji Coffe Shop and Resto tertata rapi.

Jumlahnya ada 22 lukisan. Lukisan itu menggambarkan suasana atau destinasi sejumlah desa atau kota di negeri Kincir Angin.

Marketing Manager Hotel Pelangi, Iskandar Sjachran mengatakan, lukisan ini khusus dibawa dari Belanda oleh VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) di tahun 1915 silam.”Jumlahnya 22, asli lukisan keramik yang dibawa VOC di masa itu. Lukisan menggambarkan desa atau destinasi yang dulu dikenal di Belanda,” kata Iskandar saat ditemui di lokasi, Selasa (14/11/2017).

Iskandar berani menyebut, lukisan yang ada unik dan langka. Karena lukisan dibuat dengan beragam warga. Berbeda dengan lukisan keramik hasil seniman lokal Belanda hingga saat ini, lebih dominan memakai warna putih dan biru.

“Di samping itu, hotel yang memiliki lukisan seperti ini, hanya di sini (Pelangi). Memang hotel peninggalan Belanda di Indonesia memiliki ciri khas sendiri-sendiri, kalau Pelangi dengan lukisan keramiknya,” bebernya.Iskandar menceritakan, selain unik dan langka, lukisan ini telah melampui perjalanan jauh, memanfaatkan jalur laut yang bisa sampai satu tahun berlayar.

“Akhir 1998, ada kolektor berani menawar sampai Rp 300 juta per lukisan. Beberapa waktu lalu, guide dan turis Belanda menyatakan, jika menggunakan kurs euro sampai 7 ribu euro untuk satu lukisan. Semahal apapun harganya, tentunya kami tidak menjualnya,” terang dia.

Hotel Pelangi berdiri sekitar tahun 1870-an oleh bangsawan Belanda, Abraham Lapidoth dan diberi nama Lapidoth Hotel. 20 Tahun kemudian berpindah tangan, Jhonson yang mengelola menjadikan sebagai bisnis penginapan di Malang kala itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here