Halodunia.net – Depok, Pengendara roda dua maupun roda empat mengeluhkan parahnya lubang di Jalan Juanda Depok, tepat dekat jembatan Kali Ciliwung. Warga sekitar pun menilai kurangnya perhatian pemerintah terhadap jalan tersebut membuat banyak pengguna jalan yang melintas terjatuh bahkan “memakan korban”.

Seorang pengendara motor Hasan (37) mengatakan lubang sepanjang setengah meter dengan kedalaman 10 sentimeter itu dinilai sangat membahayakan pengendara khususnya sepeda motor.

Bahaya banget buat motor yang lewat, apalagi kalau malam bisa pengendara motor terjatuh. Saya harap pemerintah peduli dam mau memperbaiki jalan yang bolong di jalan Juanda,” ucap Hasan, Selasa (3/7/2018).

Hal senada diungkapkan Roni (57) warga sekitar. Ia menjelaskan jika lubang di Jalan Juanda Depok kerap kali membuat pengendara motor jatuh, bahkan parahnya lagi sempat ada korban meninggal dunia.

“Itu lubang-lubang di Jalan Juanda harus di perbaiki kan jalanya lurus jadi banyak motor kencang jalanya gak tau kalau banyak lubang ya akhirnya banyak yangvjatuh dan pernah ada yang meninggal dunia,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok Manto Jorghi menuturkan perbaikan lubang di jalan Ir. H. Juanda bukan merupakan kewajiban Pemkot Depok.

“Statusnya jalan nasional, tugas Dinas PUPR menangani jalan berstatus Kota. Yang menjadi tanggungan Pemkot Depok sepanjang kurang lebih 1.283 KM. Sedang tanggungan Provinsi Jawa Barat kurang lebih 11 KM. Jalana nasional kurang lebih 41 KM,” jelas Manto saat dihubungi wartawan, Sukmajaya, Depok, Selasa (3/7/2018).

Dia mengklaim, lubang itu dampak dari kendaraan berat yang melintas dalam proyek pembangunan satu apartemen. Selain itu dirinya menuturkan soal perbaikan Jalan Juanda yang masuk katagori Jalan Nasional merupakan kewenangan pemerintah pusat.

“Benar (rusak karena kendaraan berat proyek apartemen). Makanya yang ngasih izin buka pedistrian pembangunan apartemen tersebut dari BBPJN,” imbuh Manto.

Mengenai perbaikan lubang, Manto menuturkan telah berkomunikasi dengan Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN). Menurutnya, bila Dinas PUPR Kota Depok turun tangan dalam perbaikan lubang maka anggaran akan bertambah.

“Sudah dihubungi pihak P2JN untuk tindaklanjuti. Jangan sampai double penganggaran pemeliharaan dengan PUPR Pusat,” pungkasnya. (hy/rm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here