Sebuah laporan yang dilansir Lembaga Aeronautika dan Luar Angkasa Amerika Serikat (NASA) menyatakanbahwa lubang ozone di atmosfer bumi mencapai luas terkecil sejak 1998. Laporan yang dilansir NASA, dan dikutip Minggu (5/11) di Jakarta mengindikasikan bahwa lubang ozone pada 11 September 2017 mencapai luas terbesar yaitu 7,6 juta mil persegi – lebih kecil 1,3 mil persegi dibanding 2016. Angka tersebut bahkan lebih kecil 3,3 juta mil persegi lebih kecil dibanding pada tahun 2015.

“Lubang ozon di Antartika terlihat lebih lemah pada tahun ini,” kata Paul A. Newman Kepala Ilmuwan untuk Ilmu Bumi di Goddard Space Flight Center. “Ini yang kami harapkan melihat kondisi cuaca di stratosfer Antartika.”

NASA menyatakan bahwa kondisi badai membuat udara hangat dan kimia pemakan lapisan ozone tidak mencapai bagian atas atmosfer dan hal tersebut yang membuat perubahan pada besaran lubang ozone. Kondisi tersebut terjadi secara alamiah yang tidak berarti bahwa situasi lingkungan bumi meningkat secara drastis, meski begitu hal tersebut bukanlah pertanda yang buruk.

Lubang ozone terbesar yang pernah dicatatkan ilmuwan terjadi pada tahun 2000 di mana lubang ozone mencapai luas 11,5 juta mil persegi.

 

 

Sumber: NASA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here