•  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Polres Trenggalek – Merebaknya berita penculikan di Kabupaten Trenggalek akhir-akhir ini direspon cepat oleh jajaran Polres Trenggalek. Berbagai upaya dilakukan untuk meredam keresahan masyarakat terkait berita hoax penculikan anak yang “katanya” terjadi di Kabupaten Trenggalek.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdapat 2 berita yang sempat menjadi viral di media sosial belakangan ini yakni berita penculikan anak di Desa Nglongsor Kecamatan Tugu dan Pogalan serta di Tapan Kecamatan Karangan.

Polres Trenggalek pun telah mengklarifikasi berita hoax tersebut.

“Semua berita penculikan adalah tidak benar. Kami sudah mengecek dan mengkonfirmasi pihak-pihak terkait. Tidak ada kejadian seperti yang diberitakan”, ujar Kasubaghumas Polres Trenggalek, Iptu Supadi.

Meskipun demikian, pertanyaan seputar kebenaran informasi penculikan tersebut masih saja banyak beredar di masyarakat. Guna mengantisipasi keresahan masyarakat, Iptu Supadi memandang perlu untuk dilakukan sosialisasi kembali melalui media radio lokal di Trenggalek.

“Sebaran radio lebih luas, jadi lebih efektif menjangkau pelosok”, jelasnya.

Ada dua radio yang menjadi jujukan perwira satu ini. Radio Boss yang ada di Jarakan dan Radio Praja Angkasa di seputaran Alun-Alun Trenggalek.

Dalam kesempatan tersebut Iptu Supadi kembali menegaskan bahwa berita penculikan yang beredar luas melalui Medsos dan aplikasi Messenger adalah tidak benar.

“Perlu kami sampaikan kepada masyarakat, berita tersebut adalah hoax dan pihak Kepolisian masih menyelidiki aktor pembuat berita bohong tersebut”, terangnya.

Iptu Supadi berharap, masyarakat tak perlu resah menerima informasi tersebut namun tetap waspada. Pihak Kepolisian akan meningkatkan intensitas patroli khususnya di sekolah dan pemukiman penduduk.

Sementara itu, Iptu Supadi juga berharap agar masyarakat lebih cerdas memilih dan memilah informasi. Masyarakat diminta jangan mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas kebenarannya.

“Lebih bijak apabila konfirmasi kepada pihak Kepolisian terdekat atau Bhabinkamtibmas dan jangan ikut menyebarluaskan”, pungkas Iptu Supadi.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •