•  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA – Serangan malware berjenis ransomware WannaCry menyerang ratusan ribu perangkat komputer di seluruh dunia. Dimulai pada Jumat 12 Mei 2017, WannaCry menyerang lebih dari 99 juta negara. Lantas bagaimana kronologi penyebaran virus tersebut di negara yang menjadi korbannya? Okezone telah merangkumnya dari Washington Post, Senin (15/5/2017). Penyebaran ransomware tersebut berdasarkan waktu setempat. China Pada pukul 4.50 pagi, media setempat melaporkan telah ada lebih dari 29.000 institusi di seluruh China yang menjadi korban keganasan malware bernama asli WannaCryptor tersebut. Serangan itu menyasar pada institusi pendidikan, sistem stasiun kereta api, e-mail, stasiun pengisian bahan bakar, rumah sakit, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan layanan milik pemerintahan.

Namun serangan paling banyak menyasar pada institusi pendidikan. Ada 4.341 kasus yang dilaporkan atau sekira 15% alamat internet protocol (IP). Jepang Perusahaan mobil Nissan Motor Co, mengonfirmasi adanya serangan ransomware WannaCry hari ini. Beruntung serangan itu tak berdampak pada unit bisnisnya. Sementara perusahaan lain bernama Hitachi juga melaporkan kejadian serupa. Melalui juru bicara Yuko Tainiuchi, pihak perusahaan mengatakan bahwa pengiriman e-mail menjadi tersendat bahkan gagal. Berdasarkan laporan NTV, telah ada 600 perusahaan dan 2.000 komputer di Jepang yang menjadi korban.

Beberapa kejadian tersebut menyebar mulai pukul 04.45 pagi. Indonesia Penyebaran malware ransomware WannaCry di Indonesia diketahui pada Jumat sore. Dua rumah sakit dilaporkan menjadi korban keganasan program jahat tersebut. Pelaku meminta tebusan uang bitcoin jika data korbannya ingin selamat. Inggris Badan Kemanan Cyber Inggris memberikan peringatan mengenai penyebaran ransomware yang semakin menggila. Pada minggu kemarin, badan kepolisian Eropa,

Europol, mengatakan bahwa malware tersebut telah menyerang 150 negara dengan jumlah korban 200.000. Artinya, ada jumlah peningkatan korban sejak diumumkan pada Jumat 12 Mei 2017. Pihak pemerintah pun meminta kepada instansi dan perusahaan untuk segera memperbarui sistem keamanan software mereka.​


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •