Untuk mengurangi derasnya aliran air yang meluapt di Sungai Banjir Kanal Timur, Pemerintah Kota Semarang membuat tanggul dengan karung pasir. Selain itu juga mengaktifkan pompa air untuk menyedot air yang menggenang di pemukiman.

Di Jalan Sawah Besar terlihat air meluap dan mengalir hingga ke pemukiman warga. Petugas kepolisian, TNI, BPBD, Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, dan warga memasang karung pasir di pinggir sungai sehingga arus luapan dari sungai ke jalan tidak terlalu deras.

“Malam ini sudah lakukan peninggian parapet menggunakan karung plastik berisi pasir,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi lewat pesan singkat, Kamis (16/11/2017).

Dia menjelaskan, langkah selanjutnya penyedotan air dengan pompa setelah air sungai tidak lagi meluap. Air yang ada di pemukiman akan di pompa ke sungai jika ketinggian air di sungi sudah menurun.

“Tadi sempat keliling, cek sedulur-sedulur di lapangan, sudah bergerak. Sekarang hujan sudah reda, 2 jam lagi kita lakukan penyedotan dengan pompa,” katanya.

Meluapnya Sungai banjir Kanal Timur mulai terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Air mulai meluber ke jalan dan masuk perkampungan. Meski hujan tidak terlalu deras, namun air kiriman itu terus datang sehingga sungai meluap.

“Ini sungainya meluap. Jadi dari sana dulu (sambil menunjuk arah Utara),” kata salah satu warga RT 06 RW 06, Keluharan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Parjiah (53).

Arus yang ditimbulkan cukup deras dan tinggi hingga 50 cm. Saat ini air mulai turun ketinggiannya karena di daerah Semarang atas atau Kabupaten Semarang tidak lagi hujan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here