•  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

POLRESTA PASURUAN – Wayang kulit merupakan salah satu kesenian tradisi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat Jawa. Lebih dari sekadar pertunjukan, wayang kulit dahulu digunakan sebagai media untuk permenungan menuju roh spiritual, Wayang kulit merupakan kekayaan nusantara yang lahir dari budaya asli masyarakat Indonesia yang mencintai kesenian.

Setiap bagian dalam pementasan wayang mempunyai simbol dan makna filosofis yang kuat. Apalagi dari segi isi, cerita pewayangan selalu mengajarkan budi pekerti yang luhur, saling mencintai dan menghormati, sambil terkadang diselipkan kritik sosial dan peran lucu lewat adegan goro-goro.

Pabrik Gula (PG) kedawoeng pada hari Rabu Tanggal 17 Mei 2017 menggelar acara puncak Selamatan Giling 2017 dengan menggelar kesenian wayang kulit dengan lakon ” Guru Putro” yang di mainkan oleh dalang Ki Wardono dari Mojosari-Mojokerto. Pagelaran wayang kulit yang di adakan di Emplasement Pabrik gula tersebut juga dihadiri oleh ┬áKapolsek Grati AKP H. SUYITNO, SH bersama muspika Grati.

Adapun maksud dan tujuan di adakan gelaran wayang kulit tersebut disamping sebagai acara tradisi ruwatan buka giling pabrik gula PG. Kedawoeng juga bertujuan untuk melestarikan budaya asli bangsa indonesia.

Mengingat pagelaran wayang kulit akhir akhir ini sudah sangat jarang di tampilkan di masyarakat akibat tergerus oleh perkembangan jaman yang makin modern, meski demikian tak menyurutkan minat antusias masyarakat sekitar untuk datang berbondong bondong melihat pertujukan pagelaran wayang kulit yang di adakan oleh pihak PG. Kedawoeng tersebut.

Pagelaran wayang kulit yang digelar semalam suntuk tersebut berakhir pukul 04.00 Wib dan di tutup dengan pembagian door price oleh Panitia penyelenggara.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •