Jangan Buru-buru Menikah, Kalau 4 Hal Ini Masih Menghantui!

0
44

Menikah bukan cuma soal sudah mapan segi usia dan financial. Namun kesiapan mental juga kesiapan hati memutuskan menikah juga harus mantap.

Ada sejuta rasa campur aduk menjelang menerima pinangan si Dia, maka tanyakan dalam hati terdalam, apakah 4 hal berikut masih menghantui Anda saat memutuskan akan menikah.

1. Menyayangi, tetapi tidak jatuh cinta
Jika Anda ingin menikah dengan seseorang karena merasa mereka akan menjadi pasangan yang baik untuk Anda dan seorang calon orangtua yang baik, namun Anda tidak jatuh cinta kepada pasangan Anda, sebaiknya Anda pikirkan kembali apakah Anda siap untuk menikah atau tidak.

Selain itu, bisa saja Anda pernah mencintainya tetapi seiring berjalannya waktu malah terlalu banyak bertengkar dan merasa tidak lagi dapat berkomunikasi dengan baik, sehingga perasaan tersebut berkurang dan habis.

Oleh karena itu, coba dipikirkan lagi apakah Anda benar-benar sudah siap untuk menikah atau tidak. Ingat, ketika menikah akan ada lebih banyak masalah yang datang menguji pernikahan Anda.

2. Menyimpan rahasia
Salah satu tujuan mengapa orang menyimpan rahasia, terutama di dalam hubungan mereka, adalah agar pasangannya tidak sakit hati atau memperburuk keadaan. Akan tetapi, ternyata kebiasaan tersebut dapat merusak hubungan Anda dan menjadi salah satu tanda Anda belum siap menikah.

Rahasia yang tidak disampaikan lalu terbongkar, dapat merusak kepercayaan. Jika Anda menghancurkan kepercayaan tersebut, akan sulit untuk membangunnya kembali.

Walaupun mungkin Anda dapat menjaga rahasia tersebut dengan baik, bukan berarti selamanya pasangan Anda tidak akan mengetahui hal tersebut. Apabila rahasia Anda ketahuan, baik itu untuk melindungi pasangan atau bukan, bukan tidak mungkin mereka akan merasa dikhianati.

Oleh karena itu, sikap yang tidak terbuka kepada pasangan dapat membuat mereka sulit untuk mengetahui sifat Anda yang sebenarnya dan bisa merusak hubungan Anda. Jika Anda dan pasangan masih senang menyimpan rahasia, mungkin membangun rumah tangga belum bisa Anda mulai.

3. Prinsip Anda dan pasangan tidak sejalan
Menurut American Psychological Association, menghadapi dan menguasai krisis serta konflik yang tidak bisa dihindari adalah salah satu “keterampilan” yang harus sama-sama dimiliki kedua belah pihak sejak sebelum dan selama menikah.

Akan tetapi, jika perbedaan pendapat yang sepele atau konflik yang remeh saja tidak pernah terselesaikan dengan baik selama pacaran, ke depannya akan timbul pola yang sama selama Anda berdua berumah tangga. Pada akhirnya, masalah yang timbul akan semakin berlarut-larut dan mungkin tidak akan tuntas teratasi.

Ketika prinsip Anda dan pasangan tidak sejalan dan tidak mampu menemukan solusinya, mungkin ini pertanda Anda belum siap menikah. Apalagi ketika Anda berdua tidak juga mencapai kesepakatan setelah berdiskusi tentang cara mendidik anak atau keuangan. Maka akan sulit untuk menghadapi konflik lainnya.

4. Menikah dengan alasan yang salah
Coba bertanya pada diri sendiri, mengapa Anda ingin menikah dengan pasangan Anda saat ini. Apakah memang Anda benar-benar mencintainya atau sekedar perasaan bersalah dan tidak enak jika tidak menerimanya?

Selain tidak memegang prinsip yang sama, penyebab perceraian lainnya adalah karena pernikahan tersebut dilakukan berdasarkan alasan yang kurang tepat. Misalnya, Anda menikah karena ingin memperlihatkan Anda sudah move on dari mantan Anda. Atau, Anda mau menunjukkan kepada orangtua Anda bahwa Anda bisa mandiri.

Pada akhirnya, pernikahan dengan alasan tersebut tidak akan membuktikan apa-apa. Alasan-alasan yang Anda buat untuk menikah justru menunjukkan bahwa Anda memang tidak siap melangsungkan pernikahan.

Sebelum terlambat, Jika Anda memang belum siap untuk menikah karena masih terganggu 4 hal di atas, mungkin jujur tentang perasaan Anda pada pasangan adalah jalan terbaik daripada buru-buru memutuskan menikah kemudian menyesal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here