JAKARTA, (PR).- Tim pelajar SMP Indonesia meraih 6 medali emas International Teenagers Mathematics Olympiad (ITMO) ke-8, di Davao, Filipina. Hasil tersebut melebihi capaian 5 emas dua tahun lalu saat ITMO digelar di Kedah, Malaysia. Kompetisi tersebut digelar setiap dua tahun sekali.

Selain menggondol emas, tim Indonesia juga membawa pulang 8 perak dan 6 perunggu. Direktur Pembinaan SMP Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Supriano mengatakan, total 20 medali itu diraih dari dua kategori lomba, yakni individual dan tim.

Supriono mengaku bangga karena tim Indonsia mampu meningkatkan prestasi pada ajang yang melibatkan 43 tim dari seluruh dunia itu. Menurut dia, prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras semua pihak, terutama para siswa yang tekun dalam belajar dan mengikuti semua proses persiapan. “Ini adalah sebuah prestasi yang luar biasa,” kata Supriono di kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa, 14 November 2017.

Sebanyak 6 medali emas itu diraih Valentio Iverson (2 emas, 1 perak), Kanaya Padma Yudewo (1 emas, 2 perunggu), Justin Adrian Halim (2 emas, 1 perunggu) dan Gabriela Erin Mariangel (1 emas, 1 perak). Mereka tergabung dalam tim A. Sementara untuk tim B, yakni Andrew Daniel Janong meraih (2perak, Febrian Dwi Kimhan (1 perak, 1 perunggu), Samuel (2 perak), dan Ferdinand Halim Santoso (2 perak).

“Khusus untuk Justin Adrian Halim, saya mengucapkan selamat karena berhasil mendapatkan full score pada lomba individu. Kompetisi ini menjadi cetak prestasi yang luar biasa bagi siswa SMP di kancah internasional,” ujarnya.

Potensi besar

Ia mengatakan, ITMO diikuti siswa terbaik dari 16 negara, yakni Afrika Selatan, Bulgaria, China, Filipina, India, Indonesia, Iran, Kamboja, Malaysia, Mongolia, Nepal, Rusia, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Menurut dia, ITMO merupakan salah satu ajang kompetisi kompetitif karena tingkat kesulitan soal yang tinggi. “Sehingga dibutuhkan penalaran kuat dalam pemecahan soalnya. Anak-anak kami bina tidak hanya di akademik semata, tapi dibina spiritual, team building, dan karakter,” katanya.

Dirjen Dikdasmen Hamid Muhammad menegaskan, potensi besar yang dimiliki para siswa tersebut harus dibina dan dikembangkan terus. Menurut dia, mereka calon generasi penerus bangsa yang terbukti mampu bersaing di kancah dunia. “Harus dibina terus hingga saat jenjang SMA bakatnya terus meningkat. Saya turut bangga,” ujarnya.

Ia menuturkan, menjelang akhir tahun ini enam pelajar SMA dari Indonesia juga akan berlaga di kejuaraan karate dunia di Belgia. Tak hanya itu, pada bidang sains, Indonesia juga mengirim lima pelajar SMA ke 11th International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) di Thailand 12-21 November. “Anak-anak yang akan berangkat ke dua pertandingan kelas dunia ini adalah potensi bangsa,” ucapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here