Movistar Yamaha MotoGP's Italian rider Valentino Rossi (L) competes with Movistar Yamaha MotoGP's Spanish rider Jorge Lorenzo (R) during the San Marino Moto GP Grand Prix race at the Marco Simoncelli Circuit in Misano, on September 11, 2016. / AFP PHOTO / GABRIEL BOUYS
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

INDONESIA menjadi salah satu negara yang berminat menyelenggarakan salah satu balapan terpopuler di dunia yakni MotoGP. Harus diakui bahwa penggemar MotoGP merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Tentu itu menjadi jaminan bagi penyelenggara dari pihak Indonesia maupun Dorna Sport selaku penyelenggara olahraga ini.

Namun, Indonesia tak sendiri untuk menjadi salah satu penyelenggara baru. Dalam regional yang sama yakni Asia Tenggara, Indonesia dapat perlawanan dari Thailand. Negeri Gajah Putih berniat menjadi salah satu penyelenggara MotoGP 2018.

Namun saat yang bersamaan terdapat wakil berat lainya yakni Wales. Tetapi berbeda dengan Thailand dan Indonesia, Wales kini telah dalam masalah besar terkait pembangunan sirkuit. Pengumpulan dana tak berlangsung dengan baik sementara waktu untuk memulai pembangunan sudah molor dari rencana awal.

Itu membuat Indonesia memiliki potensi besar karena bisa mengalahkan Wales. Namun, Indonesia tak bisa benar-benar bernapas lega. Pemerintah dan pihak yang terkait harus memastikan bahwa penyelenggaraan harus dijalankan tepat waktu.

Sirkuit legendaris Belgia, SPA-Francorchamps, berniat menyelenggarakan MotoGP. Dengan tak adanya slot sisa di edisi Eropa, maka bukan tak mungkin jatah SPA akan diambil dari jatah Indonesia atau benua Amerika.

Tentu satu-satunya cara Indonesia untuk mengantisipasi persaingan SPA adalah dengan membangun sirkuit di Palembang tepat waktu untuk diselenggarakan pada 2018.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •