Hindari Isu SARA di Pilkada Serentak 2018

0
101

Menjelang Pilkada serentak 2018, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu dan mendukung tugas Polri dan TNI dalam pengamanan Pilkada tersebut.

Kapolri mengimbau kepada masyarakat untuk tidak banyak memanfaatkan isu primodsialisme yang meliputi Suku, Agama, Ras, dan Adat (SARA) untuk memenangkan Pilkada. Selain itu diharapkan seluruh kandidat dapat mengedepankan sosialisasi program kampanye, ketimbang memanfaatkan isu SARA.

“Pekerjaan Polri dan TNI dalam mengamankan Pilkada 2018 akan jauh lebih mudah kalau seandainya para kontestan-kontestan politik dan pendukungnya tidak memanfaatkn isu poltik yang dapat memecah belah masyarakat, yaitu masalah kesukuan keagaman dan ras, SARA, jual program itu akan lebih baik,” ujar Jenderal Pol. Tito Karnavian.

Selain itu, Kapolri menyadari bahwa setiap individu maupun kelompok ingin memperjuangankan agama dan sukunya masing-masing. Namun ia tegaskan agar hal tersebut tidak menjadi komoditas politik yang dapat mengoyak persatuan bangsa.

“Meskipun kita tetap memperjuangkan agama masing-masing, akan memperjuangkan primordialisme, tapi jangan sampai itu menjadi komoditas, untuk menyerang yang lain sehingga mengoyak kebangsaan kita. Nah itu yang bahaya,” tuturnya.

Menurutnya masyarakat telah terbiasa dengan pesta demokrasi dan oleh karena itu ia yakin  masyarakat akan semakin matang dalam menyikapi setiap persoalan yang muncul dalam demokrasi tersebut.

“Saya sampaikan tadi bahwa kita sudah terbiasa dengan pilkada, sudah terbiasa lebih dari 10 tahun, pilpres dan segala macam. Kita sudah mulai matang dalam berdemokrasi,” pungkasnya.

orang nomor satu di institusi Polri ini meyakinkan bahwa pilkada akan berjalan dengan sukses apabila Polri dan TNI dapat kompak, dan menurutnya kedua institusi ini merupakan salah satu pilar penting bagi berjalannya pilkada yang aman dan damai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here