Halo Dunia Papua : Polwan Polres Mimika Bantu Anak-anak Belajar di Tempat Evakuasi

0
382
TIMIKA, PAPUA. Rabu(22/11/2017). Anak-anak yang dievakuasi ke Timika mendapatkan pelajaran dari para guru yang dibantu oleh Polisi wanita (Polwan) dalam proses mengajar pasca evakuasi, pada Rabu (22/11).
Ada beberapa guru yang turun untuk dievakuasi karena mengalami teror dari kelompk kriminal bersenjata (KKB), sehingga tak ada lagi proses belajar mengajar di kampung tersebut. Adapun kegiatan belajar mengajar pada hari ini diikuti oleh 100 murid dengan tenaga pegajar sebanyak 10 orang. Adapun murid di tempat evakuasi dari tingkat TK dan SD. Proses belajar mengajar dibantu oleh Polwan dari Polres Mimika, dengan memberikan pelajaran berupa pengenalan huruf dan angka. HAl itu dilakukan untuk mengingat kembali apa yang telah mereka dapatkan selama mengikuti proses belajar mengajar di kampung mereka sebelumnya, karena kurang lebih satu bulan lamanya anak-anak itu tidak mendapatkan fasilitas pendidikan pasca terisolir.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. AM. Kamal, S.H, saat mendampingi kegiatan tersebut mengatakan, bahwa Polda Papua dan pemerintahan daerah setempat masih terus berusaha untuk menghilangkan trauma para warga pasca terisolasi KKB, selain itu pihaknya juga meminta solusi yang tepat kepada instansi lainnya apakah para warga tersebut akan menetap di Timika atau kah kembali ke daerahnya. Apapun solusinya nanti, aparat TNI-Polri akan mendukung untuk kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Inpres Banti Markus Leppang, S.Pd menjelaskan bahwa data anak-anak bersekolah yang dimiliki menunjukkan ada 101 anak yang dievakuasi terdiri drai 50 laki-laki, dan 50 perempuan, sementara itu masih ada anak-anak yang belum dievakuasi ke Timika. Selain itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepala dinas pendidikan Mimika agar anak-anak tersebut ke depannya mendapatkan pendidikan yang layak, karena untuk saat ini anak-anak itu hanya mendapatkan buku dan pensil untuk proses bellajar mengajar untuk menghilangkan dampak psikologis anak di samping belajar sambil bermain. Markus Leppang, S.Pd juga berharap pada pemerintah dan lembaga adat serta PT. Freeport harus secepatnya mencari solusi tempat yang lebih layak agar anak-anak dapat belajar dengan baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here