Ketua MUI Minta Khatib Sholat Idul Fitri 1439 H tidak Ceramah Bernuansa Politik

0
46

Halodunia.net – Jakarta, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau kepada para khatib (penceramah) untuk menjaga kerukunan umat dengan menghindari ceramah yang bernuansa politik praktis yang justru berpotensi menimbulkan perpecahan dikalangan umat terlebih Hari Raya Idul Fitri 1439 H berdekatan dengan tahun politik di Indonesia.

MUI meminta agar para khatib menebarkan pesan untuk peningkatan keimanan, persaudaraan, dan juga ancaman terorisme maupun soal Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) bukan justru sebaliknya

Kepada para khatib Salat Idul Fitri untuk selain menyampaikan pesan peningkatan keimanan dan ketakwa persaudaraan dan kedamaian kepada para jamaah, menjauhi tema-tema khutbah yang bernunsa dan bersuasana politik praktis yang bisa menimbulkan perpecahan umat Islam,” kata Ketua MUI Ma’ruf Amin di Kantor MUI, Selasa (12/6/2018).

Menurut Ma’ruf, perbedaan dalam aspirasi politik merupakan hal yang biasa. Oleh karena itu, dia meminta agar hal itu tidak menjadikan permusuhan sesama umat. “Perbedaan aspirasi politik jangan sampai jadi penyebab permusuhan kita anggap perbedaan sebagai biasa-biasa saja,” tuturnya.

Selain itu, dia juga mengingatkan, kepada seluruh masyarakat yang nantinya ikut berkampanye salah satu calonnya, agar hal itu dilakukan dengan santun dengan tidak menjelekkan pihak lain

“Dalam kampanye itu diharapkan dilakukan dengan santun jangan menjelekkan lawan politiknya tapi bagaimana dia menjual dirinya programnya sehingga tidak menimbulkan ketegangan,” terangnya.

“Kedua harus bisa menerima kalah ataupun menang, ini kita harus siap dan mengajak semua pendukungnya untuk siap kan sudah ada pakta integritasnya pemilu damai, ini di pegang dan kita ajak kiai, ulama ikut mendamaikan,” pungkasnya.(hy/bb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here