Ada Ribuan Warga Di Sejumlah Desa Di 2 Kecamatan Situbondo Kesulitan Air Bersih

0
271

Banjir di Situbondo berdampak pada distribusi air bersih. Saat ini ada ribuan warga di sejumlah desa di 2 Kecamatan di Situbondo kesulitan air bersih.

Masing-masing Desa Sopet di Kecamatan Arjasa, serta beberapa desa di Kecamatan Sumbermalang. Distribusi air bersih ngadat setelah saluran pipa ke sejumlah desa di 2 kecamatan rusak.

“Kalau untuk yang di Desa Sopet itu ada dua 2 dusun, yakni Dusun Toltol dan Dusun Galingan. Warga di dua dusun itu sekitar 800 KK. Warga kesulitan air bersih karena saluran pipa yang di atas rusak kena longsor,” kata Puriyono, Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Kamis (11/1/2018).

Sebagai langkah darurat, BPBD Situbondo mulai menjadwalkan pengiriman air bersih. Di antaranya yang sudah dilakukan adalah ke Dusun Toltol. Pengiriman dilakukan menggunakan truk tangki BPBD Situbondo. Sementara pengiriman air bersih ke Dusun Galingan direncanakan, Jumat (12/1) besok.

“Selanjutnya kami menunggu informasi dan instruksi lebih lanjut. Karena kami sudah menyampaikan adanya kerusakan saluran pipa ke pihak terkait, sehingga segera dilakukan perbaikan,” papar Puriyono.

Yang memprihatinkan kondisi di Kecamatan Sumbermalang. Banjir bandang yang terjadi beberapa hari juga merusak pipa untuk menyalurkan air bersih ke pemukiman warga di beberapa Desa. Diantaranya Desa Kalirejo dan Desa Sumberargo. Tak heran, warga pun jadi kebingungan. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa mengambil air bersih ke desa terdekat yang tidak terdampak banjir bandang.

Ironisnya, hingga kini distribusi air bersih ke dua desa itu tidak bisa dilakukan. Sebab, medan jalan yang berat dinilai tidak memungkinkan untuk dilalui truk tangki. Pihak BPBD masih berkoordinasi dengan aparat muspika setempat, untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di daerah terdampak bencana banjir bandang.

“Truk tangki tidak bisa, medan jalannya tidak memungkinkan. Kami menawarkan pinjaman pick up untuk mengangkut tandon air bersih ke dekat-dekat pemukiman warga,” tegas Gatot Trikorawan, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Situbondo.

Saat bersamaan, lanjut Gatot, pihaknya juga sudah meminta pihak terkait segera melakukan perbaikan terhadap saluran pipa air bersih yang rusak akibat bencana. Sebab, air bersih merupakan kebutuhan dasar warga.

“Kami masih terus berkoordinasi dengan bapak camat di sana untuk mencari solusi. Kalau memang butuh pick up dan tandon air, akan kami pinjamkan sementara. Sambi menunggu perbaikan saluran pipa yang rusak,” papar Gatot.

Tak hanya kesulitan air bersih. Putusnya jembatan yang menghubungkan Desa Kalirejo dan Desa Sumberargo juga mengganggu aktivitas warga desa setempat. Mereka nyaris terisolasi, karena jembatan putus merupakan akses utama menghubungkan dua desa tersebut.

Sejak jembatan ambrol diterjang banjir, warga yang ingin beraktivitas lintas desa harus berjalan memutar dengan jarak tempuh lumayan jauh. Karena itu, jika air sungai sedang surut, banyak warga yang nekat turun dan menyeberang sungai untuk pergi ke desa sebelah. Warga juga tak segan memanggul sepeda motornya dengan melewati jembatan darurat dan melewati dasar sungai untuk menyeberangi sungai.

Kapolsek Sumbermalang, AKP Sugiharto, bersama Bhabinkamtibmas setempat, bahkan sempat turun langsung membantu warga memikul sepeda motor untuk dibawa menyeberang sungai. Dengan menggunakan bambu yang dikaitkan pada tali sepeda motor, mereka menggotong sepeda motor itu melintasi jembatan darurat menuju seberang sungai.

“Warga harus lebih waspada karena sekarang cuaca sering tidak bersahabat. Jika cuaca sudah diperkirakan terus memburuk dan berpotensi bencana, hendaknya warga segera mencari tempat yang aman,” imbau Kapolsek AKP Sugiharto.

Cara warga menyeberang dengan menuruni sungai ini tentu berbahaya. Sebab air bah dari hulu sungai bisa saja tiba-tiba datang. Apalagi di tengah musim penghujan seperti sekarang.

“Makanya, kita akan secepatnya mengusulkan dana tanggap darurat untuk perbaikan jembatan putus itu. Konstruksinya seperti apa ini sedang kita kaji setelah survei ke lapangan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Situbondo, H Gatot Siswoyo, saat dihubungi detikcom.

Sumber: Detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here