Baru-baru ini beredar kisah pria menggendong dua anaknya pulang dari Jakarta ke Bone, Sulawesi Selatan, melalui media sosial. Kisah pria ini mengundang banyak simpati netizen di dunia maya. Andi Sudirman, adalah identitas dari pria yang menggendong kedua anaknya tersebut.

Setelah ramai diperdebatkan di jagad maya sosok Andi Sudirman, Dinas Sosial DKI mengungkap kondisi sesungguhnya Andi dan keluarganya.

Kepala Seksi Rehabilitas Sosial Jakarta, Widia, dalam unggahan akun Facebook Dinas Sosial DKI Jakarta, mengatakan Andi Sudirman pernah dipulangkan oleh Dinsos DKI ke kampung halamannya pada 2016 lalu. Meski menurut Widia, Andi tidak mengakui hal itu, tetapi Dinsos DKI memiliki data tersebut.

“Pria yang diketahui bernama Andi Sudirman tinggal di rumahnya di kawasan Muara Baru Blok A RT 16 RW 17 Penjaringan, Jakarta Utara,” tulisnya, (26/11).

Dalam unggahan tersebut dijekaskan bahwa Andi Sudirman hidup rukun bersama istri dan ketiga anaknya. Andi bekerja sebagai pedagang buah di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, bersama saudaranya. Anak yang digendong Andi ke sana ke mari di jalanan ialah anak kembarnya. Menurut penjelasan di akun Twitter Dinsos DKI Jakarta, aksi Andi menggendong kedua anaknya sebagai bentuk kasih sayang dia kepada si kembar dengan jalan-jalan.

Sementara itu, salah seorang tetangga Andi, Rini (32), menilai kondisi pria beranak 3 tersebut sehat dan bugar. Andi tidak terlihat selayaknya orang yang lelah melakukan perjalanan jauh.

“Dia mah sehat bugar, kaya orang biasa aja gitu yang melakukan aktivitas, saya kurang tau sih motivasinya bawa anak-anaknya digendong di jalanan untuk apa, lihatnya mah kasijan,” ujar Rini, Senin (27/11).

Rini menjelaskan modus Andi mengajak kedua anaknya luntang-lantung di jalanan sudah lama sejak 2016, modus tersebut hanyalah ingin membuat orang yang melihat dirinya merasa iba.

Sebelumnya kisah Andi dulu sempat viral di media sosial, kala itu ia mengundang empati setelah menggelandang di kawasan commuter line Tanah Abang.

Andi yang berjalan tanpa alas kaki menggendong kedua anaknya di depan dan di belakang. Dia juga membawa ransel yang diletakkan di samping. Kondisi Andi menarik simpati warga yang berjumpa dengannya. Namun dia menolak ketika diberi uang sebesar Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, dan Rp 20 ribu.

Salah seorang warga Benny Hadislani, mengaku pernah berjumpa dengan Andi pada pekan lalu. Kala itu dia hendak memberi Andi uang dengan nominal kurang Rp 50 ribu, tetapi ditolak. Andi justru meminta dibelikan tiket pesawat ke Bone.

“Dia bilang minta uang seharga Rp 400 ribu untuk dibelikan tiket pesawat. Tapi dia bilang jalan kaki mau ke Tanjung Priok untuk naik kapal menuju Bone. Saya juga bingung maunya gimana, tapi saya kasihan,” ujarnya.

Benny memposting foto dan video Andi bersama anaknya sebagai bentuk keprihatinan. Tak berapa lama kemudian, banyak netizen yang memberi tahu bahwa perilaku Andi hanyalah modus belaka. Dinsos DKI juga merespon unggahan tersebut dengan memposting kondisi Andi yang sebenarnya. Warga diimbau tidak mudah tertipu dengan modus-modus serupa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here