Dosa Zina dan Hukumannya

0
53

Jakarta – Dosa zina masuk dalam kategori dosa besar, perbuatan keji, serta seburuk-buruknya jalan yang ditempuh oleh manusia. Tidak hanya dimurkai Allah, perzinahan juga kerap dianggap meresahkan masyarakat.

Dalam RUU KUHP yang pengesahannya ditunda beberapa waktu lalu, terdapat pasal yang melarang hubungan zina atau pasal kumpul kebo. Seperti dalam Pasal 417 ayat 1 RUU KUHP, yang berbunyi “Setiap Orang yang melakukan persetubuhan dengan orang yang bukan suami atau istrinya dipidana karena perzinaan dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda Kategori II,”

1. Dosa Zina Menurut Islam

Dalam Islam, zina adalah perbuatan keji yang dilakukan oleh pria dan wanita, yang melakukan hubungan seksual atau persetubuhan di luar ikatan nikah. Perbuatan yang haram dan terkutuk bagi Allah. Bahkan untuk umat Islam, mendekatinya saja dilarang.

Dikutip detikcom dari Islam.nu.or.id larangan tersebut salah satunya yang termaktub dalam Alquran surat Al-Isra ayat 32, yang artinya “Wahai para pemuda Quraisy, janganlah kalian berzina. Ingatlah, siapa saja yang menjaga kemaluannya, ia berhak mendapat surga,”

Rasulullah SAW sendiri pun mengingatkan kepada umatnya akan beratnya hukuman pelaku zina. Dan dosa zina menurut islam, adalah tergolong dosa besar setelah syirik. Seperti dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada dosa yang lebih besar di sisi Allah, setelah syirik, kecuali dosa seorang lelaki yang menumpahkan spermanya pada rahim wanita yang tidak halal baginya,” (Ibnu Abi al-Dunya).

Seperti apa hukuman Zina?

2. Hukuman Perbuatan Zina

Ancaman hukuman perbuatan zina, salah satunya dalam Alquran Surat An-Nur ayat 2, yang artinya “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk menjalankan agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dari hari akhirat, dan hendaklah pelaksanaan hukuman itu disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.”

Dan dalam sebuah riwayat lain, Rasulullah SAW pernah menceritakan mimpinya, “Sampai di suatu tempat seperti tungku pembakaran. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan riuh. Ternyata di sana ada laki-laki dan perempuan telanjang. Tak berselang lama, datanglah lidah api dari bawah menuju mereka. Setelah lidah api itu mengenai mereka, mereka menjerit keras. Ketika pemandangan itu ditanyakan, dijelaskan bahwa sejumlah laki-laki dan perempuan telanjang itu adalah para pezina,” (HR al-Bukhari).

3. Zina Adalah Utang

Salah satu ulama fiqih terkenal, Imam Syafi’i pernah menjelaskan bahwa dosa zina adalah utang. Seperti dalam ‘Imannul Taqwa’ halaman 15. yang artinya: “Sebab ketahuilah oleh kalian bahwa sesungguhnya zina adalah utang. Dan sungguh utang tetaplah utang. Salah seorang dalam nasab/keturunan pelakunya pasti harus membayarnya.”

4. Taubat Nasuha agar Diampuni Allah

Namun, Allah Maha Pemurah lagi Maha Pemaaf akan menerima taubat seorang hamba yang sebenar-benarnya taubat, dan tidak akan mengulangi perbuatan dosanya lagi. Maka, pelaku perbuatan zina hendalah melakukan amalan-amalan taubat, agar dosa zina tersebut diampuni dan dihapuskan oleh Allah SWT.

Seperti dalam sebuah ayat dalam Alquran berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS At tahrim ayat 8)

Selain dengan taubat nasuha dan menyesali perbuatan dosa zina, amalan-amalan seperti shalat taubat, perbanyak dzikir dan istighfar, berpuasa, memperbanyak membaca Alquran, dan melakukan kebaikan pada sesama. Sebagai upaya memohon ampun dan diringankan siksaannya diakhirat nanti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here