Berbagai desain resto ikut mendukung suasana dan selera makan. Ibarat mesin waktu, para pengunjung bisa menikmati suasana arsitektur yang elektik dengan gaya desain klasik ke masa lampau.

Gaya desain eklektik adalah gaya desain arsitektur yang muncul pada abad ke-19 dan 20. Gaya ini menggabungkan unsur gaya historis dari masa sebelumnya untuk menciptakan sesuatu yang baru dan asli. Dalam arsitektur dan desain interior, elemen-elemen ini mencakup struktur bangunan, furnitur, motif dekorasi, dan berbagai gaya negara lain.

Misalnya saya gaya desain tersebut bisa diberi sentuhan furnitur yang klasik atau bahan-bahan seperti berada di rumah dari mulai dinding, pintu, hingga pernak-perniknya

“Gaya resto, bar, dan butik menjadi konsep kekinian yang sedang diminati. Suasana makan menjadi lebih homey seperti berada di rumah sendiri dengan desain eklektik,” kata Founder Resto The Front Room Widji Darmawan.

Di tengah maraknya dunia kuliner ibu kota, ragam sajian yang terinspirasi dari belahan benua Asia, Eropa hingga Amerika bisa dinikmati di tengah-tengah pesona dan nuansa modern klasik interior ruangannya serta dekorasi yang memanjakan mata. Dalam balutan nuansa yang hangat dan
nyaman, membuat pengunjung betah menghabiskan obrolan santai atau bahkan hanya sekedar menikmati waktu sambil membaca buku.

“Tentunya pengalaman itulah yang penting. Bukan hanya sekadar habiskan uang untuk makan siang maupun makan malam, tapi pengalaman itu biaa terus dikenang tamu,” jelasnya.

Gaya eklektik tersebut menonjolkan berbagai sudut ruang yang eye catching seperti aksen pada dinding atau item dekoratif yang unik. Serta adanya furnitur unik dan antik serta penggabungan dengan gaya modern yang elegan.

“Didukung dengan warna-warna alam yang menambah suasana makan menjadi lebih hangat,” tandas Widji.

Baca Juga: Manfaat Bioglass

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments