•  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tim renang Indonesia ditargetkan meraih medali emas di SEA Games 2017. Untuk mewujudkannya, PRSI mengindari nomor-nomor jagoan Singapura, Joseph Schooling.

Schooling memang tak hanya terbaik di Asia Tenggara. Perenang 21 tahun itu berhasil mempersembahkan emas pertama Olimpiade bagi Singapura dari nomor 100 meter gaya kupu-kupu. Dia sekaligus memecahkan rekor Olimpiade dengan catatan waktu 50,39 detik.

Istimewanya lagi, Schooling yang baru berusia 21 tahun itu memecahkan rekor perenang Amerika Serikat, Michael Phelps, yang mencatatkan waktu 50,58 detik di Olimpiade Beijing 2008.

Di level Asia Tenggara, Schooling sudah jadi raja kolam renang. Dia pemilik sembilan medali emas di SEA Games 2015 Singapura. Enam di antaranya ia peroleh dari perorangan, sedangkan tiga medali sisanya diperoleh dari tim estafet.

Pada pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara itu, Indonesia hanya kebagian satu medali emas dari nomor 50 meter gaya dada atas nama Indra Gunawan.

Menyadari dominasi Schooling, PRSI pun mengatur strategi jitu agar tetap kebagian medali emas pada SEA Games 2017 Kuala Lumpur.

Pelatih renang nasional Albert C. Sutanto mengatakan sejak jauh-jauh hari menghindari nomor Schooling selama persiapan SEA Games. Albert menyadari kualitas para perenang Indonesia bahkan belum ada yang mampu sekadar mendekati catatan waktu Schooling.

“Kalau target medali emas kami berani. Tapi, tentunya bukan dari nomor-nomor spesialisnya Shooling,” kata Albert dalam sambungan telepon detikSport, Rabu (12/4/2017).

“Karena kita tahu kemampuan Joseph. Kalau bisa mengalahkan dia artinya ya otomatis kesempatan untuk meraih medali di Olimpiade pun kita sudah bisa. Tetapi, kondisi kita ini, medali perunggu Olimpiade saja belum pernah, masuk semifinal saja belum ada sejarahnya.

“Jadi artinya, kita di sana jangan melawan orang yang super, tetapi mencari nomor-nomor yang lainnya. Kita harus memakai startegi yang smart untuk mencari titik-titik kelemahan dari lawan. Makanya dinomor Schooling kami tidak mengharapkan lah, gaya bebas dan kupu-kupu sudah tidak mungkin. Sulit,” tambahnya.

Dengan stok atlet yang ada dan sisa waktu menuju SEA Games 2017 nanti, PB PRSI realistis untuk mendapatkan emas dari gaya dada dan estafet.

Untuk nomor estafet, disebut pelatih 41 tahun ini, Indonesia memiliki perenang-perenang potensial seperti Triyadi Fauzi Siddiq. Di mana dia tidak hanya merupakan perenang gaya kupu-kupu dan bebas, namun dia juag terbiasa turun di nomor gaya ganti.

Joseph Schooling itu masih ada kelemahan dan tidak terlalu wow khususnya di nomor estafet. Waktu dia itu 2 menit 2, 24 detik di nomor gaya ganti perorangan dan itu tidak terlalu wow. Tidak seperti gaya kupu-kupunya yang sudah emas olimpiade. Nah ini yang sedang kami godok dan mengarahkan Triyadi ke nomor yang lowong,” kata dia.

Sementara di nomor estafet tim, Indonesia punya I Gede Siman Sudartawa di nomor punggung, Dennis Joshua Tiwa dan Indra Gunawan di nomor dada, lalu Glenn Victor (nomor kupu-kupu) dan Triyadi Fauzi Siddiq (gaya bebas).

“Untuk nomor estafet kita masih memakai atlet lama, ada Gagarin Nathaniel Yus, I Gede Siman Sudartawa, kemudian nomor dada ada Indra Gunawan, Dennis Joshua Tiwa. Lalu di nomor kupu-kupu ada Glenn Victor dan Triyadi.

“Jika Glenn turun di kupu-kupu, maka Triyadi gaya bebas. Sementara kalau Triyadi turun di kupu-kupu, maka ada perenang Reymon Sumitra Lukman yang cukup bersinar kemarin,”

“Nah inilah sedang kami lakukan ujicoba dan latihan berat yang tentunya di bawah pengawasan pelatih masing-masing,” imbuh dia.

sumber : detiksport


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  • https://www.facebook.com/app_scoped_user_id/108565596368502/

    ADU BANTENG, Sabung Ay*m, Sportbo*k, Pok*r, CEME, C*PS*, DOMIN*, C*sin*
    AYOO SERBUU GAN MUMPUNG GRATIS DAN MURAH
    BBM : D89CC515
    www*(.)Bolavada(.)*com