Lembaga riset IDC merilis laporan pasar smartphone di Indonesia pada kuartal III-2017. Seperti sebelum-sebelumnya, Samsung bercokol di urutan teratas dengan pangsa pasar sebesar 30 persen.

Di bawah Samsung, menyusul Oppo dengan raihan pangsa pasar 25,5 persen. pangsa pasar Oppo mengalami peningkatan dibandingkan kuartal III-2016 yang tercatat sebesar 16,7 persen, juga menurut data IDC.

Sebaliknya, pangsa pasar Samsung di pasaran smartphone tercatat menurun dari 32,2 persen yang tercatat di kuartal yang sama tahun lalu.

Di bawah Oppo, secara berturut-turut menyusul Advan (8,3 persen), Vivo (7,5 persen), dan Xiaomi (5,2 persen) masing-masing di urutan ketiga, keempat, dan kelima.

Dengan kata lain, tiga dari lima pabrikan smartphone terbesar di Indonesia sekarang berasal dari China. Pabrikan seperti Lenovo, Smartfren, dan Asus yang masih tertera dalam daftar lima besar Indonesia setahun lalu, kini tak lagi terlihat dalam daftar. “Vivo dan Xiaomi merupakan vendor berbasis China yang patut dicermati di Indonesia, karena mereka sukses memperbesar pangsa pasar,” sebut IDC dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Kamis (23/11/2017).

Seperti Oppo, Vivo melancarkan strategi pemasaran yang agresif. Sementara, Xiaomi menggelar berbagai kompetisi dengan menambah aktivitas offline retail dan memasang iklan di lokasi-lokasi ramai.

Advan selaku satu-satunya vendor lokal Indonesia dalam daftar 5 pabrikan smartphone terbesar berupaya melakukan diferensiasi dengan mengusung ekosisten IdOS, serta memeprkenalkan fitur keamanan Xlocker dan Privacy Protector.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here