Berbicara tentang crowdfunding, di kepala kita mungkin langsung terbayang sebuah startup kecil yang sedang butuh dana. Atau mungkin kita berpikir tentang sekelompok orang yang ingin mengembangkan produk, namun produk tersebut ditujukan untuk pasar yang niche. Bila kampanye crowdfunding itu sangat populer, dana besar yang terkumpul bisa membuat orang jadi kaya mendadak.

Bayangan kita tentang crowdfunding umumnya tidak jauh-jauh dari kesan “perintis”. Tapi tahukah kamu, bahwa sebenarnya crowdfunding bisa digunakan untuk perusahaan dengan segala skala? Tidak hanya lean startup atau pengembang produk niche, pemilik brand besar pun bisa mendapat manfaat darinya. Seperti apa manfaat tersebut?

Mendapat audiens dengan ikatan yang kuat

Memang benar bahwa crowdfunding banyak dilakukan oleh perusahaan kecil. Tapi bila kita berpikir bahwa crowdfunding itu hanya untuk perusahaan kecil, artinya kita melewatkan sebuah kesempatan emas. Perusahaan besar pun bisa menggunakannya untuk sebagai alat marketing atau untuk melakukan uji coba terhadap ide dan produk baru.

Kita bisa membandingkan crowdfunding dengan marketing di media sosial. Di media sosial, audiens bisa menunjukkan ketertarikan terhadap suatu ide dengan cara mengeklik konten, memberi komentar, Like, Share, dan sebagainya. Tapi di crowdfunding, audiens menawarkan sesuatu yang bahkan lebih berharga: uang.

Ikatan keuangan menumbuhkan keterikatan yang lebih kuat antara kamu dan audiens. Audiens (atau “backer”) bukan lagi sekadar konsumen. Mereka adalah stakeholder. Mereka peduli terhadap produkmu, dan mau berperan aktif dalam pengembangannya. Ini merupakan keuntungan besar yang tidak akan bisa kamu dapatkan dengan marketing biasa.

Sarana validasi ide dan focus group test

Ketika kamu melakukan crowdfunding, kamu harus memiliki gambaran akan misi serta target dana yang ingin kamu capai. Tapi lebih dari itu yang lebih penting adalah kamu harus memiliki ide yang bagus. Idemu bisa berupa prototipe produk ataupun baru sebatas konsep, tapi yang jelas ide tersebut harus bermutu.

Kamu bisa menggunakan audiens dalam crowdfunding untuk melakukan focus group test. Apakah produkmu bakal populer di pasaran? Fitur apa yang perlu diubah, diperbaiki, dan dihilangkan? Bahkan mungkin dari para backer kamu bisa mendapat ide fitur yang tak terpikirkan sebelumnya.

BoxLock Home | Sumber Gambar: Kickstarter

Adanya audiens yang mau memberikan uang padamu merupakan jaminan bahwa produk atau ide yang kamu tawarkan memang valid dan memiliki pasar. Meskipun sebenarnya kamu tidak butuh dana dari mereka karena sudah punya modal, kamu bisa mendapatkan begitu banyak umpan balik yang sangat berharga.

Bila produkmu begitu menarik dan inovatif, para backer akan terdorong untuk mempromosikannya lebih jauh. Mereka adalah para stakeholder yang ingin produkmu sukses, jadi tentu saja mereka akan berusaha menggaet orang lain untuk ikut menjadi backer. Artinya kamu mendapatkan publikasi secara gratis!

Manfaatkan kampanye kreatif

Kampanye crowdfunding bisa memiliki banyak wujud, tidak hanya berupa penggalangan dana dan pemberian reward. Katakanlah ada sebuah perusahaan yang ingin membuka cabang R&D baru. Mereka bisa mengadakan sayembara bagi mahasiswa bertema produk inovatif yang mereka inginkan dari perusahaan tersebut.

Setiap ide yang masuk akan diluncurkan sebagai satu kampanye crowdfunding. Nantinya, ide dengan kualitas terbaik dan penggalangan dana tertinggi akan diwujudkan menjadi proyek di cabang R&D baru si perusahaan. Sementara itu para mahasiswa yang mengirimkan ide terbaik akan mendapatkan tawaran magang serta modal untuk mewujudkan produk mereka.

Devduino | Sumber Gambar: Kickstarter

Praktik seperti ini mendatangkan banyak keuntungan seperti:

  • Perusahaan mendapatkan proyek inovatif yang menarik.
  • Nama perusahaan menjadi lebih terkenal di kalangan para backer.
  • Para mahasiswa mendapat kesempatan bekerja bersama orang-orang yang lebih ahli dan mungkin bisa dipertimbangkan menjadi karyawan di masa depan.

Meskipun bentuknya bermacam-macam, pada akhirnya tujuan kampanye crowdfunding bisa dirangkum ke dalam tiga jenis, yaitu:

  • Rally: mengumpulkan massa untuk berpartisipasi dalam gerakan tertentu.
  • Convert: mengubah audiens menjadi konsumen.
  • Innovate: mendapatkan feedback dan validasi untuk ide atau produk baru.

Tentukan tujuan bisnis yang ingin kamu capai sebelum mulai, sebab tujuan itulah yang akan menentukan bagaimana kamu menjalankan kampanye crowdfunding milikmu. Setelah itu, jangan ragu untuk maju dengan kecepatan penuh, karena crowdfunding punya potensi besar yang menunggu untuk digali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here