Selama 12 Hari, Satnarkoba Polres dan Polsek jajaran Polres Gresik amankan 70 Tersangka Narkoba

0
282

Gresik – Para pengedar maupun pecandu tidak akan punya ruang lagi untuk bergerak. Satnakroba Polres Gresik bakal menggencarkan penindakan terhadap segala jenis kejahatan narkotika. Selama 12 hari, sudah ada 70 tersangka yang berhasil diamankan.

Hasil tangkapan tersebut dirilis dalam konferensi pers Ops Tumpas Narkoba 2019 di halaman Mapolres Gresik Rabu (6/3). Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro SH SIK MSi merilisnya bersama sejumlah pejabat utama (PJU) Polres Gresik. Diantaranya, Kasat Narkoba Polres Gresik AKP Redik Tribawanto S.Sos MH, Kasubbaghumas Polres Gresik AKP Hasyim, Kasat Sabhara Polres Gresik AKP Windu Priyo Prayitno S.Pd, KBO Satreskoba Iptu Suparmin SH, Kanit Idik I, Kanit Idik II dan Kasi Propam Polres Gresik.

AKBP Wahyu menyatakan guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif, Polres Gresik melaksanakan giat operasi tumpas narkoba Semeru 2019. Operasi tersebut dimulai sejak 26 Januari – 6 Februari. Artinya, penindakan terhadap para pecandu maupun pengedar sudah dilakukan selama 12 hari.

Selama hampir dua pekan, anggota Satnarkoba Polres dan jajaran Reskrim Polsek telah bekerja keras memberantas peredaran narkoba di Kota Santri. Hasilnya, ada 67 laporan Polisi, 70 tersangka dengan rincian 45 orang pengedar dan 25 pengguna.

Hasil tangkapan tersebut mengantarkan Polres Gresik meraih peringkat ke-3 hasil ungkap narkoba se-Jawa Timur. ”Polres Gresik kedepannya akan terus meningkatkan giat preemtif dan preventive guna menekan angka penguna dan pengedar narkoba di wilayah kabupaten Gresik,” ujar alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1998 itu.

Adapun pasal yang diterapkan kepada para tersangka. AKBP Wahyu menjelaskan, untuk para pengedar, penyidik menerapkan pasal 114 ayat 1 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman maksimalnya 20 tahun penjara. Sedangkan untuk pengguna, pasal yang dikenakan adalah pasal 112 ayat 1 junto pasal 127 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman maksimalnya 12 tahun penjara. ”Ancaman hukumannya sama-sama berat. Tapi, lebih berat pengedar,” pungkas Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro.

(Humas Polres Gresik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here