Polri: Pencopotan Kapolres Ketapang Terkait Kantor Polisi Bersama

0
344

Halodunia.net – Mabes Polri, Setelah viral foto papan/plang nama bertulisan ‘Kantor Polisi Bersama’ berbendera Negara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Kapolres Ketapang AKBP Sunario langsung dicopot dari jabatannya.

Pencopotan AKBP Sunario dinilai karena dia tidak melalui mekanisme yang benar terkait dengan kantor bersama dengan kepolisian atau Biro Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok Provinsi Jiangsu Resor Suzhou.

Ya benar. Kapolres Ketapang dicopot. Keputusan mutasi sudah terbit pagi tadi,” kata Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Pol Arief Sulistyanto, Jumat (13/7/2018).

Dalam surat telegram nomor ST/1726/VII/KEP/2018 yang ditandatangani Arief ini, Sunario akan dimutasikan sebagai Perwira Menengah (Pamen) Polda Kalbar sambil menjalani pemeriksaan.

“Sementara posisi Kapolres Ketapang, digantikan AKBP Yury Nurhidayat yang sebelumnya sebagai Kapolres Singkawang,” papar mantan Kapolda Kalbar ini.

Menurut Irjen Pol Arief, apa yang dilakukan Sunario tidak sesuai mekanisme yang ada di Polri. Di mana kerja sama dengan negara lain atau polisi negara lain, kewenangannya ada di Mabes Polri.

Sebelumnya, AKBP Sunario beserta anak buahnya berfoto bersama dnegan rombongan Biro Keamanan Publik Tiongkok di kawasan industri PT Ketapang Ecology and Agriculture Foresty Industrial Park, Kamis (12/7/2018).

Dalam foto itu juga tampak papan nama yang bertuliskan Kepolisian Negara Republik Indonesia Provinsi Kalimantan Barat Kabupaten Ketapang dan Biro Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok Provinsi Jiangsu Resor Suzhou, berdiri tegak di antara kedua belah pihak.

AKBP Sunario membantah adanya kantor polisi bersama di Ketapang. Menurutnya, plang nama itu hanya sebuah contoh yang dibawa pihak kepolisian Resor Suzhou ke Ketapang.

“Tadi ada kunjungan dari rombongan Wali Kota yang merangkap kepolisian Suzhou. Kedatangan mereka mau mengajak kerja sama antara kita dan polisi China. Tapi kerja sama itu tidak boleh dari kita, harus dengan Mabes Polri,” ucap AKBP Sunario.

Plang nama itu memang benar adanya dibuat oleh pihak kepolisian Suzhou. Nantinya akan dipasang jika sudah terjalin kerja sama. “Jadi ceritanya, mereka menginap di perusahaan (PT Ketapang Ecology and Agriculture Foresty Industrial Park). Mereka mengajak kunjungan ke pabrik perusahaan. Sampai di sana ditunjukkannya ke kita monumen atau plakat (plang nama) itu sebagai contoh kalau nanti ada kerja sama,” kata AKBP Sunario.(hy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here