Kapolda Lampung: Film 22 Menit, Tidak Ada Tempat Bagi Terorisme dan Radikalisme di Indonesia

0
130

Halodunia.net – Lampung, Kapolda Lampung Irjen Pol. Drs. Suntana. Msi, bersama Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung Susilo Yustinus, Kepala BNNP Lampung Brigjen Pol Tagam Sinaga beserta jajaran Forkopimda, nobar film 22 menit di The Premiere XXI Mal Kartini Bandar Lampung, Kamis (19/7/2018).

Kapolda Lampung Irjen Pol Suntana mengatakan, film 22 Menit merupakan film yang diangkat dari kisah nyata pengeboman di Jalan MH Thamrin pada Januari 2016 silam. “Film ini menceritakan keadaan yang sebenarnya. Pada saat kejadian ya seperti itu, kebetulan saya berada di TKP pada saat itu,” kata Kapolda.

Film 22 Menit merupakan film drama-aksi Indonesia yang dirilis pada 19 Juli 2018 dan disutradarai Eugene Panji serta Myrna Paramita. Film ini dibintangi Ario Bayu, Ade Firman Hakim, Fanny Fadillah, serta sederet aktor dan aktris lainnya. Film ini diangkat dari kisah nyata pengeboman di Jalan MH Thamrin pada Januari 2016 silam.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung Khairuddin Tahmid mengatakan, pesan dalam film 22 Menit menggambarkan bahaya radikalisme dan terorisme. “Terorisme dan radikalisme ini merupakan kejahatan yang luar biasa. Maka dari itu harus diberantas sampai akarnya sehingga tidak menjadi cikal bakal dan bibit kejahatan,” katanya.

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mengatakan film 22 menit ini sangat baik untuk ditonton dan membawa semangat untuk sama-sama melawan terorisme. Ia juga mengatakan aparat kepolisian mencapai titik terbaiknya dalam memberantas terorisme. “Film tersebut dikemas secara modern, penanganan terorisme dan deteksi serta penindakannya cukup baik,” ucap Gubenur Lampung selesai nobar.(hy/ronald)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here