Pelawak Cak Kartolo dan Sapari duduk di Warung Pecel Buk Jum di Kampung 3D, Kelurahan Ksatrian, Kota Malang. Keduanya terlihat menikmati nasi pecel sajian janda pemilik warung, yang sedang mereka perebutkan.

Eits! adegan itu adalah bagian dari pengambilan gambar film YOWIS BAND, arahan sutradara Fajar Nugros. Salah satu sudut Kampung 3D sengaja disetting menjadi sebuah warung tempat syuting. Puluhan kru terlihat masing-masing sibuk mendukung pengambilan adegan demi adegan. Beberapa terlihat mengamankan peralatan dari rintik hujan, agar syuting tetap jalan.

Pada sudut lain, nampak anak-anak muda kampung setempat turut menyaksikan proses pengambilan gambar. Warga seolah mendapat tontonan gratis bisa langsung melihat artis Joshua SuhermanBrandon Salim dan Bayu Skak.

Bayu Skak, salah satu pemain di film 'YOWIS BAND' © Darmadi Sasongko

Saat take berlangsung, warga atau pengunjung diminta tidak bersuara yang bisa mengganggu proses syuting. Mereka juga diminta tidak berlalu lalang sementara di lokasi syuting.

“Penonton ada yang mengarahkan, kalau mau nonton boleh, asalkan jangan ramai, asalkan nurut. Di sini so far nurut. ‘Jangan ramai ya lagi take‘. Nurut kabeh, pokoke ndelok (asal lihat),” ujar Bayu Skak, salah satu pemain YOWIS BAND di Kampung 3D Kota Malang, Rabu (22/11).

“Justru aku seneng, iki lho wong Malang gawe film deloken, iki tontonan nggak bendino (ini loh orang Malang bikin film, ini buat tontonan yang nggak tiap hari ada),” sambung Youtuber kondang itu dalam bahasa Jawa malangan yang medok.

Bayu Skak dikenal sebagai artis Youtube dengan konten-konten komedinya. Ia mencoba menggeluti dunia layar lebar dengan menjadi aktor sekaligus penulis naskah YOWIS BAND. Selama 3 hari, YOWIS BAND akan syuting di Kampung 3D dengan mengambil lebih dari 10 adegan. Namun karena cuaca yang sering hujan, diperkirakan jadwal syuting bakal lebih lama.

Syuting 'YOWIS BAND' dilakukan di Kampung Warna Warni Malang © Darmadi Sasongko

Syuting juga sempat terganggu oleh suara kereta api sehingga take harus dihentikan. Memang di atas kampung 3D dan Warna Warni merupakan jalur kereta api dari Stasiun Kota Malang ke jalur selatan.

“Aduh ono sepur cut-wis (Wah ada kereta, cut dulu),” sambung Bayu spontan saat terdengar klakson dan diesel kereta api.

Sementara itu, Muhammad Lutfi, warga setempat mengaku senang kampungnya digunakan sebagai lokasi syuting film. Dengan begitu, kampungnya nanti bakal semakin ramai dan terkenal. Seperti diketahui Kampung Warna-Warni adalah salah satu lokasi wisata baru yang menyedot perhatian, baik warga malang maupun pelancong dalam setahun terakhir ini.

“Alhamdulilllah mas semakin ramai, ini bisa terkenal. Seneng pokoknya, semakin ramai,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here