BEKASI. Kamis (23/11/2017). Bareskrim Polri bekerja sama dengan Bea dan Cukai menyita narkoba jenis ekstasi sebanyak 600.000 butir dengan berat mencapai 243,20 kilogram. Bareskrim gagalkan penyelundupan ekstasi tersebut di Bekasi, Jawa Barat.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono mengatakan penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang mengatakan bahwa akan ada pengiriman pil ekstasi berskala besar melalui jalur udara.

Ekstasi tersebut didapatkan Bareskrim dari tersangka Dadang Firmanzah (34) dan Waluyo (42) yang merupakan jaringan narkoba internasional Belanda-Indonesia.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto menjelaskan, “Kedua pelaku yang berinisial DF dan W ini kami tangkap di Villa Mutiara Gading 2 Blok F 7 Nomor 9A, RT 007 RW 16, Karang Satria, Tambun Utara, Bekasi.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan ratusan bungkus narkoba jenis ekstasi di dalam dua kotak besar yang terbuat dari kayu.

Kabareskrim saat ditemui, pada Kamis (23/11), mengatakan, “Di dalam kotak kayu ditemukan ekstasi sebanyak 120 bungkus, yang terdiri dari tiga warna, orange, hijau, dan pink dengan berat total mencapai 243,20 kilogram atau kurang lebih total mencapai 600.000 butir ekstasi”.

Sebelum ditangkap, Firmansyah dan Waluyo sempat melakukan pengiriman sebanyak 1 bungkus pil ekstasi kepada Randy Yuliansyah dan 4 bungkus pil ekstasi kepada Handayan Elkar Manik.

Kemudian, keduanya diamankan sekitar pukul 21.00 WIB di Lotte Mart Grand Pramuka City, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kavling 49, Rawasari, Cempaka Putih.

Berdasarkan hasil interograsi, Firmansyah dan Waluyo mengaku bahwa mereka diperintah oleh dua orang narapidana bernama Andang Anggara yang ada di Lapas Surakarta dan Sonny Sasmita narapidana Lapas Gunung Sindur. Kedua tersangka ini menyelundupkan ratusan ribu butir ekstasi itu dari Belanda.

“Jadi, mereka berdua ini bergerak atas perintah dari Andang dan Sonny”, ungkap Kabareskrim.

Informasi keterlibatan dua narapidana itu didapat dari keterangan Dadang dan Waluyo. Menurut dia, anggotanya sudah diterjunkan ke Rutan Surakarta dan Lapas Sindur untuk memeriksa narapidana tersebut.

Saat ini, pihaknya sedang mengurus administrasi guna meminta keterangan dari keduanya. Kedua narapidana tersebut berperan sebagai pengendali ribuan pil ekstasi yang dikirim dari Belanda.

Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya hukuman pidana mati atau penjara seumur hidup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here