•  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Apakah sebenarnya Spider-Man Homecoming bisa juga dianggap sebagai Iron Man 4? Ada beberapa pertanda seperti itu dari promo yang beredar. Inilah daftarnya!

Iron Man 4 tidak menjadi bagian dari Phase 3 Marvel Cinematic Universe. Bahkan kalau kamu lihat dari jadwalnya, Robert Downey, Jr. sebenarnya hanya akan tampil sebagai bintang tamu saja sepanjang fase ini. Pertama di Civil War, lalu di Homecoming, baru kemudian dia akan melawan Thanos di Infinity War.

Lalu, memperhitungkan komentar Chris Evans kemarin, mungkin Iron Man 4 bahkan tidak akan dibintangi oleh RDJ.

Tapi benarkah tidak ada film Iron Man di Phase 3? Bagaimana kalau sebenarnya Spider-Man Homecoming adalah sekuel Iron Man terselubung? Ada beberapa pertanda seperti itu. Inilah pembahasannya!

1. Peran Tony Stark di Promo Sangat Besar

Dua trailer Spider-Man Homecoming sudah menegaskan satu hal: Tony Stark akan berperan besar di film ini. Mungkin Tom Holland akan tampil lebih lama dari RDJ (mengingat film ini juga akan menyorot kehidupan SMA si Peter Parker), tapi tidak diragukan lagi jasanya sudah menempatkan dia sebagai tokoh penting.

Pertama, kostum Spidey jelas-jelas adalah buatannya. Kedua, ia akan beraksi bersama Spidey di satu adegan, melintasi New York bersama-sama. Ketiga, saat Spidey melakukan kesalahan ia bahkan akan mengambil paksa kostum Peter.

Kalau dari gambar ini, Peter juga akhirnya benar-benar menyerahkan kostum Spidey dan harus beraksi dengan kostum pertamanya lagi.

Dengan peran sebesar itu, kok rasanya Spider-Man Homecoming lebih terasa seperti upaya Tony Stark menjadi mentor yang baik ketimbang usaha Spidey untuk menjadi pahlawan sendiri.

2. Vulture Sebenarnya Menarget Tony, Bukan Peter

Tapi ternyata bukan hanya itu saja pengaruh Tony Stark di Spider-Man Homecoming. Dari informasi yang beredar sejauh ini, seperti yang bisa kamu temukan di ScreenRant, Vulture pada awalnya sebenarnya tidak mengincar Peter. Justru dia ingin menarget Tony Stark.

Lho, kok bisa?

“In the film, Toomes operates a salvage company that cleaned up after superhero battles and other major events. When Tony Stark starts stealing the company’s business with Damage Control, Toomes uses salvaged technology to ensure his fortunes and protect his family. He sees himself as a “victim” of Tony Stark, similar in some ways to Ivan Vanko/Whiplash in Iron Man 2. While Vanko’s vendetta against Stark was more personal and focused primarily on Iron Man himself, Toomes seems much more willing to let innocents be hurt as he takes on Stark and makes a grab for what he believes he deserves.”

Dikatakan kalau Adrian Toomes, sang Vulture, pada awalnya memiliki perusahaan bersih-bersih yang menangani bencana dan pertempuran superhero. Seharusnya kejadian seperti pertempuran New York di Avengers 1 menjadi kesempatan Toomes mencari nafkah. Bukan hanya untuk dirinya, tapi juga karyawannya.

Masalahnya, Tony Stark mendirikan Damage Control; perusahaan yang pada dasarnya juga bertugas bersih-bersih bila terjadi kerusakan karena ulah para pahlawan maupun penjahat super.

Ada alasan vital kenapa Tony mendirikan Damage Control. Bayangkan saja apa yang terjadi kalau teknologi canggih Chitauri atau potongan Ultron diambil orang asal. Bisa-bisa temuan itu dijual di pasar gelap dan dibeli penjahat seperti kelompok HYDRA.

Namun Toomes juga jelas rugi. Tak heran ia mengobarkan perang untuk merugikan Tony. Dan tampaknya Peter memutuskan melawan Vulture untuk membuktikan dirinya kepada Tony. (Ingat, di trailer Tony menolak Spidey bergabung resmi ke Avengers).

Toomes juga sepertinya memberi peringatan agar Peter tidak membuat masalah kepadanya. Ini adalah pertanda lain kalau Toomes mengincar Tony, dan ia bersedia melupakan Peter bila Peter tidak lanjut menghalangi rencananya.

Karenanya, konflik Vulture dengan Iron Man ini terasa seperti konflik Iron Man 4. Hanya saja Peter melibatkan paksa dirinya ke dalam perseteruan antara dua pemilik zirah canggih ini.

3. RDJ Sudah Hampir Pensiun

Iron Man adalah pahlawan super Marvel yang paling populer. Setidaknya, itulah fakta waktu Phase 1 dulu. Sekarang sih Marvel juga berhasil mengorbitkan Captain America, Black Panther, dan GotG sebagai pahlawan papan atas.

Masalahnya, seperti bisa kamu baca di artikel di atas, RDJ mungkin tidak lama lagi berada di Marvel. Padahal dia belum dapat kesempatan untuk tampil solo sebagai Iron Man lagi sejak Iron Man 3.

Jadi mungkin hubungan Iron Man dan Spider-Man memang sengaja dibangun sejak Civil War agar Marvel bisa melakukan sesuatu: membuat film Iron Man 4 tapi bukan dengan Iron Man sebagai tokoh utamanya.

Lihat saja hasilnya. Kalau Spidey dibantu oleh pahlawan lain seperti Daredevil atau Captain America, RDJ sebagai Tony Stark pasti tidak akan tampil di film Spider-Man. Dengan begini, Marvel bisa menyajikan film Spider-Man sekaligus film baru dari Iron Man.

4. Spidey Terancam Kembali ke Sony

Pikirkan saja begini: Doctor Strange memulai debutnya sendiri. Ia memang harus berguru kepada Ancient One dan para Master of Mystic Arts, namun orang-orang itu memang bagian dari mitologi Doctor Strange, bukan pahlawan dari seri lain Avengers.

Ant-Man juga begitu. Dia memang melawan Falcon, tapi secara keseluruhan ia harus beraksi sendiri melawan ancaman kuat sebelum akhirnya diajak bergabung ke Avengers.

Di Spider-Man Homecoming, bukannya diberi kesempatan untuk tampil sendiri si Spidey malah dibuat beraksi dengan Iron Man. Ia seakan tidak diberi kesempatan mandiri sejak awal. Dia pertama tampil di Civil War yang penuh pahlawan, kerja sama dengan Tony di Homecoming, lalu dia akan bertempur bersama para pahlawan di Infinity War.

Kenapa ini terjadi? Mungkin karena Marvel tidak rela membiarkan Spider-Man populer sendiri.

Komentar Amy Pascal di CinemaCon menunjukkan kalau Sony sebetulnya tidak sepenuhnya rela membiarkan Spidey beraksi di Marvel Cinematic Universe. Sudah ada rencana mengambil alih Spidey setelah Homecoming 2, yang akan terjadi sesudah Infinity War. Setelah itu Spidey mungkin akan dimasukkan ke Spider-Verse bersama Venom dan judul-judul lain yang sudah dipersiapkan Sony.

Dalam situasi seperti ini, kalau Spider-Man tampil solo maka Sony bisa seenaknya merebut dia lalu memasukkan lagi Tom Holland ke semesta mereka.

Itu sepertinya yang jadi pertimbangan Marvel membuat Peter begitu tergantung ke pahlawan super Marvel lain. Kostumnya dibuat oleh Iron Man. Dia sudah harus berurusan dengan para pahlawan Marvel di Civil War. Bahkan musuhnya saja awalnya membenci Iron Man, bukan dia.

Dengan situasi seperti itu, kalau Sony nekat mengambil alih lisensi Spidey lagi, maka Sony pasti harus reboot. Setelah melihat hasil The Amazing Spider-Man 2, itu mungkin bukan keputusan yang tepat.

Itulah empat pertanda, beserta pembahasan lengkap, kenapa Spider-Man Homecoming bisa saja sebenarnya adalah Iron Man 4. Apakah benar film yang satu ini adalah sekuel Iron Man terselubung? Mari kita nantikan saja bersama rilisnya film terbaru Spidey ini!

sumber : linetoday


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •