Subhanallah, Kisah nyata seorang anak SMP yang berjuang menghidupi Ibu dan Adiknya, kisah ini dituturkan oleh seorang Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. Sandi Nugroho melalui akun media sosialnya yang mengutip postingan dari Juli Gunnar, Selasa (07/01/2020), Begini kisahnya :

Semalam waktu mau ke Simo, saya mampir indomart banyu urip, mau ke atm BNI yg ada didalam swalayan, di samping pintu masuk saya melihat anak ini dengan dagangan tahu bakso yg masih banyak. Setelah saya keluar, karena kondisi masih hujan, saya duduk sambil memperhatikan anak yang jual tahu bakso, iba campur salut berkecamuk didalam dada, akhirnya saya dekati anak itu sambil saya ajak ngobrol, daripada saya duduk main hp saja.

Dan benar dugaan saya, dia masih seusia anakku, kelas 2 SMP. Tiap habis maghrib sampai jam 11 malam (minggu libur), dia berdiri di samping pintu masuk indomart sambil menjajakan dagangannya. Tercekat rasanya leher ini gak bisa meneruskan kata²…terbayang sama anak anak seusia dia (sekitar pukul 20.30an) berkumpul bersama keluarga, ada yang asyik main hp, dan ada pula yang belajar.

Sementara si anak ini, mungkin dia tidak pernah bisa merasakan masa kecilnya. Dia harus berjuang mencari serupiah demi serupiah buat menghidupi ibunya dan biaya sekolah bagi adiknya.

Karena bapaknya yang sekedar kuli bangunan pulang seminggu sekali kerumah, itupun bapak tiri. Sementara ibunya dirumah mengasuh 2 adiknya yang masih balita. Ya Allah…semoga Engkau selalu melimpahkan rizky buat anak itu. Semoga kelak dia menjadi anak yang sukses dan bisa mengangkat derajat orang tuanya. Aamiin…

Sebagai seorang manusia biasa, Kapolrestabes Surabaya pun mengajak kepada semua orang untuk mengambil hikmah dari kisah nyata perjuangan hidup seorang anak demi bakti kepada ibunya dan demi masa depan adiknya.

Dari pantauan sulselday.com di akun resmi milik orang namor satu di jajaran Polrestabes Surabaya, postingan itu mendapatkan respon positif dari warga net, aliran doa dan dukungan kepada anak yang dikisahkan itu mengalir.

Begitu pula dengan kepedulian seorang pejabat polri yang berpangkat Komisaris Besar Polisi ini, warga net turut ucapkan simpati, salut, dan bangga kepada Kapolrestabes Surabaya yang perhatian terhadap kehidupan orang lain.

Kapolres Tana Toraja, AKBP. Liliek Tribhowono Iryanto saat mendengar informasi ini , turut ikut ungkap simpatik, ” semoga anak itu dimudahkan rejekinya dan kelak menjadi orang yang berguna bagi Bangsa dan Negara “, Kata Liliek lagi, Salut dan Hormat untuk Kapolrestabes Surabaya, semoga ini menginsipirasi semua insan bhayangkara untuk peduli dengan sesama.(*)

Sumber : Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho, di kutip dari postingan Juli Gunnar yang berjudul Sebuah Kisah Nyata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here