Persetubuhan dengan anak dibawah umur terulang lagi. Seorang ayah tiri dan tetangga korban di Surabaya, diduga tega menghamili anaknya yang masih duduk bangku SMP. Pelaku kini sedang mempertanggungjawabkan perbuatannya di sel tahanan Polrestabes Surabaya.

Kasus ini terungkap berkat laporan dari EY ( ibu korban) , warga jl. ngagel Timur Surabaya. Dia melaporkan tetangganya berinsial SS, asal lebak jaya kel. gading kec. Tambaksari surabaya. diduga menghamili anak tirinya SH yang baru berusia 16 tahun. Atas laporan itu, anggota Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya langsung melakukan pemburuan dan penangkapan terhadap terhadap SS. Setelah diinterogasi, dia mengakui perbuatannya.

Foto / Pelaku Tetangga Korban

Berdasarkan hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP), tindak pidana persetubuhan terhadap korban terjadi sekitar tahun 2018, “Pada awalnya petugas hanya menangkap SS, namun ketika penyidik melakukan pengembangan diketahui bahwa ayah tirinya juga ikut terlibat menggauli korban lebih awal, bahkan sejak 2018.

Tersangka SS ini ditangkap setelah adanya laporan dari ibu korban bahwa anaknya telah hamil dan diperkosa oleh SS. Setelah dilakukan pengembangan diketahui juga, bahwa sang ayah tirinya juga ikut mencabuli anak tirinya sejak 2018 lalu.

Foto / Ayah Tiri Korban

Akibat perbuatan para pelaku ini dirasakan korban, pada tanggal 27 Desember 2019 lalu. korban dirawat di puskesmas setempat karena diketahui oleh ibu korban mengalami pendarahan. “Dan setelah di test oleh bidan ternyata korban positif hamil,” kata Ruth Yeni Saat gelar konferensi Pers, Jum’at (10/1/20).

Masih Kata, Kanit Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Ruth Yeni saat dikonfirmasi awak media mengatakan kronologi kejadian sejak tahun 2018 lalu sampai dengan Desember 2019, korban merupakan anak tiri dari tersangka bahkan tersangka sendiri melakukan persetubuhan terhadap korban sebanyak 6 kali, mulai dari tahun 2019 hingga terahir desember tahun 2019 lalu.

Modus tersangka saat melakukan persetubuhan terhadap korban karena bernafsu sehabis nonton video porno, kemudian dengan paksa tersangka menarik korban ke dalam kamar dan memaksanya untuk berhubungan badan dengan tersangka dan mengancamnya agar korban tidak memberitahukan perbuatan tersebut kepada ibunya dan juga tetangganya, bahkan ketika korban hamilpun tersangka masih melakukan persetubuhan terhadap korban, semua persetubuhan itu dilakukan ketika suasana rumah sedang sepi dan ibu korban sedang bekerja di luar rumah, ” Kata Ruth Yeni.

Perbuatan pelaku langsung ditindaklanjuti Polrestabes Surabaya berdasarkan laporan LP : LP/1152/XII/2019, tentang persetubuhan anak di bawah umur.

“Saat ini pelaku SS sudah diamankan di Polrestabes Surabaya untuk dilakukan proses hukum,” kata Ruth Yeni

Akibat perbuatan tersangka dijerat sesuai pasal pasal 81 KUHP tentang persetubuhan terhadap anak dan ancaman hukuman 5 Tahun di penjara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here