•  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kepolisian Resort (Polres) Banyuwangi tak main-main atas kasus dugaan penelantaran pelajar dan perlakukan tak senonoh yang dilakukan oknum anggota Polsek Tegaldlimo dan oknum Perhutani Banyuwangi. Untuk mengungkap kasus tersebut, polisi memeriksa beberapa saksi dan terduga pelaku.

Tak hanya itu, Polres Banyuwangi langsung melakukan penahanan terhadap kedua oknum polisi dari Polsek Tegaldlimo yang diduga mencekoki dua pelajar SMA dan MTs dari Kecamatan Muncar.

“Kita langsung panggil kedua anggota tersebut. Kita sel khusus di Mapolres Banyuwangi. Kita tidak toleransi kasus seperti ini,” ujar Kapolres Banyuwangi AKBP Agus Yulianto, kepada detikcom, Senin (17/4/2017).

Menurut Kapolres Agus, penyelidikan kasus tersebut dilakukan secara marathon. Bahkan saat ini dua orang oknum polisi berpangkat Aipda dan Brigadir tersebut sudah berada di sel khusus di Mapolres Banyuwangi. Bahkan sejak pagi, keduanya tetap mendapatkan hukuman di lapangan Mapolres dengan menggunakan tas ransel dan helm besi bertuliskan pelanggaran di bawah terik matahari.

“Penyidikan tetap berlanjut. Bahkan kita tes urine mereka hasilnya negatif narkoba. Cuma mereka minum,” tambahnya.

Jika terbukti bersalah, tambang Kapolres Agus, sanksi berat akan menunggu keduanya. Mulai dari penurunan dan penahanan kenaikan pangkat, dipindah ke luar kota hingga pemecatan.

“Sidang disiplin dan sidang kode etik kita berlakukan untuk mengetahui kesalahan mereka. Kami tidak akan melindungi anggota yang salah. Tetap kita hukum sesuai dengan bobot kesalahannya,” ujarnya.

Tak hanya itu, polisi juga akan melakukan sweeping miras di wilayah selatan kota Banyuwangi. Karena disinyalir peredaran miras di wilayah Muncar dan Tegaldlimo sangat meresahkan masyarakat.

“Ini juga kita lakukan sebagai bentuk antisipasi maraknya miras dan menjelang Ramadan,” pungkasnya


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •